KUA Cijeruk Ingatkan Bahaya Nikah Dini

by -

METROPOLITAN – Bertem­pat di Madrasah Aliyah (MA) Al Kautsar, Kampung Gadog, RT 04/07, Desa Cipicung, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cijeruk mengge­lar Bimbingan Pranikah bagi Remaja Usia Sekolah (BRUS), kemarin. Narasumbernya bidan, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) hingga Majelis Ulama Indo­nesia (MUI) setempat. Bim­bingan ini bertujuan menekan terjadinya pernikahan usia dini dan memberikan bekal pengetahuan, pemahaman kepada remaja.

”Kami berikan materi ke­pada siswa-siswi yang belum menikah. Ada wawasan ke­bangsaan, agama, ilmu muna­kahat atau ilmu mengenai pernikahan. Makanya yang kita undang untuk menjadi narasumbernya juga yang berkompeten di bidangnya. Ada bidan, PLKB, MUI serta dari guru yang telah berser­tifikasi. Ini untuk menyiapkan generasi berkualitas,” beber Kepala KUA Cijeruk, Yudi Budiman.

Baca Juga  Rencana Pembangunan RSUD Di Utara Kabupaten Bogor Legislatif vs Eksekutif

Selain itu, lanjut Yudi, usia perkawinan harus sesuai Undang-Undang Pernikahan Nomor 16 Tahun 2019 yakni mencapai usia 19 tahun. Dam­pak pernikahan dini yaitu hilangnya masa indah re­maja serta mengurangi risiko kematian bagi ibu dan bayi. Sehingga perlu ada bimbing­an kepada remaja usia seko­lah demi masa depan mereka.

”Bimbingan pranikah BRUS ini selain mencegah terjadinya pernikahan dini juga mencegah kehamilan di luar pernikahan. Agar mereka paham bahwa pernikahan dini akan menghi­langkan masa depan mereka yang indah. Mereka bisa me­mahami perkawinan harus benar-benar matang, dewasa dan mantap untuk menikah. Kami berharap setelah menda­pat bimbingan, mereka akan berpikir positif yang berlanda­skan aturan agama dan pe­merintah. Sehingga pernikahan yang abadi dan sakral akan terwujud dengan baik,” papar­nya. (nto/c/els/py)

Baca Juga  Wabup Jelaskan Perubahan APBD 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *