Lestarikan Sejarah dan Budaya, Kini 72 Daerah Bergabung di JKPI

by -

METROPOLITAN.ID- Kongres Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke V sebentar lagi akan digelar di Kota Bogor. Kongres yang diprakarsai oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikburistek) Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno ini mulanya dibentuk pada 2008.

Kota Solo menjadi saksi lahirnya JKPI yang kelahirannya kala itu erat sekali dengan penyelenggaraan Konferensi dan Pameran Organisasi Kota Pusaka Eropa-Asia. Ir. Jero wacik, selaku Menteri Kebudayaan dan Pariwisata saat itu bersama 12 walikota (Solo, Sawahlunto, Banda Aceh, Ternate, Pangkal Pinang, Yogyakarta, Ambon, Salatiga, Bogor, Jakarta Utara, Bengkulu dan Baubau) membuat sejarah baru tentang pelestarian pusaka dengan mendirikan JKPI.

Pendirian JKPI tertuang dalam Deklarasi Surakarta di bidang pusaka (warisan budaya) yang dilangsungkan di Joglo belakang rumah dinas walikota Solo. Para founding fathers JKPI bersepakat mendeklarasikan organisasi ini.

Baca Juga  Kongres Ke-V JKPI Digelar Akhir Tahun di Kota Bogor

Pada awal kelahirannya, JKPI hanya beranggotakan 12 kota se-Indonesia. Seiring perjalanan waktu dan diskusi resmi pada forum-forum prakongres, kongres, dan Rakernas JKPI berjalan; akhirnya disepakati daerah yang berstatus kabupaten diperkenankan menjadi anggota JKPI sepanjang memenuhi kriteria dan berkomitmen dalam pelestarian pusaka (tangible and intangible heritage).

JKPI sendiri adalah suatu organisasi di antara pemerintah kota dan atau pemerintah kota/kabupaten yang mempunyai keanekaragaman pusaka alam dan atau pusaka budaya (tangible dan intangible), yang bertujuan untuk bersama-sama melestarikan pusaka alam dan pusaka budaya sebagai modal dasar untuk membangun ke masa depan.

Keberadaan JKPI memiliki banyak tujuan. Bukan hanya untuk mengembangkan kerjasama antara kota pusaka alam dna pusaka budaya tapi juga bekerjasama dalam melestarikannya bersama para pemangku kepentingan.

Baca Juga  Madania PYP Exhibition 2017 bakal Digelar

Selain itu, JKPI juga selalu mendorong peran aktif masyarakat dalam pelestarian pusaka. Termasuk, menginventarisasi kekayaan warisan pusaka dari anggota JKPI sehingga bisa mengembangkan pemahaman keberagaman alam dan budaya untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Atep Budiman meyakini bahwa JKPI ini bisa menjadi wadah promosi pusaka yang ada bagi anggota JKPI. Tak terkecuali bagi Kota Bogor

“Ini tentunya jadi momentum dan kebangkitan bagi kita untuk menjual sisi budaya kepada masy luas yang selama ini mungkin belum optimal,”kata Atep.

Sekedar diketahui, untuk menguatkan organisasi ini, pada 23—25 Oktober 2009 dilakukan kongres pertama JKPI di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Dalam kongres ini dikukuhkanlah kepengurusan JKPI periode 2009-2012 dengan tampuk pimpinan dipercayakan kepada Walikota Sawahlunto, Ir. Amran Nur dan Wakil Ketua dipegang Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga  Tampilkan Keunikan dan Kekhasan 27 Daerah Kafilah se-Jabar

Kepengurusan tersebut tertuang dalam Deklarasi Sawahlunto yang ditandatangani oleh 32 kota/kabupaten anggota JKPI. Sebelum dilakukan kongres ini, juga dilaksanakan pra-kongres di Hotel Batavia, Jakarta, untuk mempersiapkan agenda kongres termasuk membentuk kepengurusan guna memperkuat organisasi. Hingga tahun 2021 ini, JKPI sudah beranggotakan 72 kota/kabupaten (*/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *