Mengenal RM Tirto Adhi Soerjo sang Pejuang Pena, Diabadikan Jadi Nama Jalan di Bogor

by -

METROPOLITAN – Mungkin sebagian masyarakat Indo­nesia, khususnya masyarakat Kota Bogor, masih awam dengan sosok RM Tirto Adhi Soerjo. Sosok yang sudah ti­ada sejak 1918 silam itu men­dadak jadi perbincangan publik setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor men­gusulkan namanya diabadikan di salah satu jalan yang ada di Kota Bogor.

RM Tirto Adhi Soerjo diren­canakan akan menggantikan nama Jalan Kesehatan yang berlokasi di Kelurahan Tanah­sareal, Kecamatan Tanahsa­real, Kota Bogor. Perubahan nama itu dijadwalkan akan dilaksanakan pada Rabu (10/11), bertepatan dengan Hari Pahlawan.

RM Tirto Adhi Soerjo meru­pakan warga kelahiran Kabu­paten Blora, Jawa Tengah. Beliau lahir sejak 1880. Se­masa hidupnya, RM Tirto Adhi Soerjo dikenal sebagai peju­ang pena atau sosok Pelopor Pers Nasional (Pribumi).

Melalui tangan dinginnya, beliau disebut pernah me­mimpin dan melakukan per­juangan bersenjata, politik atau dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mem­pertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mewu­judkan persatuan dan kesa­tuan bangsa.

Perjuangan yang dilakukan RM Tirto Adhi Soerjo memang berbeda dengan pejuang lain­nya. Perjuangan beliau tidak dilakukan dengan mengang­kat senjata, melainkan dengan pena yang menghasilkan tulisan-tulisan kritis terhadap situasi dan kondisi yang di­hadapi bangsanya.

Baca Juga  Bela Rakyat dari Penindasan dengan Tulisan, Nama Tokoh Pers RM Tirto Adhi Soerjo Diabadikan di Kota Bogor

Selama dua tahun, RM Tir­to Adhi Soerjo bekerja di Cha­bar Hindia Olanda (surat kabar berbahasa Belanda dan Jawa) yang akhirnya menjadi redaktur surat kabar Pembe­rita Betawi.

Setelah menikah dengan Siti Habibah, RM Tirto Adhi Soerjo menerima tawaran dari RAA Prawidiredja (Bu­pati Cianjur, red) untuk me­nerbitkan surat kabar sen­diri. Terbitlah surat kabar Soenda Berita pada 1903 di Cianjur. Inilah surat kabar pribumi pertama, yang ber­bahasa Melayu, yang dimo­dali, dicetak, ditangani pri­bumi.

RM Tirto Adhi Soerjo juga memiliki perhatian terhadap emansipasi wanita karena merasa prihatin terhadap kehidupan kaum perempuan yang tidak memiliki hak dasar sebagaimana dimiliki kaum laki-laki.

Dalam Soenda Berita acap­kali menerbitkan tulisan-tulisan yang dibuat kaum perempuan dari berbagai daerah di Hindia Belanda. Tulisan-tulisan itu berisi se­putar kehidupan keluarga, mulai dari resep kue-kue, bagaimana menanggulangi bayi agar tidak ngompol, soal jamu, dan lain-lain.

Kemudian, RM Tirto Adhi Soerjo juga melakukan per­juangan yang mempunyai jangkauan luas dan berdam­pak nasional. Sebagai pelopor pers nasional, dengan me­nerbitkan Soenda Berita, Medan Prijaji, Soeloeh Keadi­lan, dan sebagainya, perju­angannya memiliki jangkau nasional dan berdampak luas (nasional, red).

Baca Juga  Bela Rakyat dari Penindasan dengan Tulisan, Nama Tokoh Pers RM Tirto Adhi Soerjo Diabadikan di Kota Bogor

Pers menjadi salah satu sum­ber pemberitaan yang memi­liki pengaruh (positif maupun negatif, red) bagi pemerintah maupun masyarakat. Kepe­loporannya itu hingga kini terasa yang dipresentasikan dengan adanya pers nasional yang sesuai kepribadian bangsa Indonesia.

Atas dedikasinya, perjuangan RM Tirto Adhi Soerjo yang dilakukan sepanjang hayatnya, tidak dilupakan negara. Pada 2006, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 85/TK/2006 Tanggal 3 November 2006, Pemerintah RI menganuge­rahkan gelar pahlawan na­sional kepada RM Tirto Adhi Soerjo.

Alasan utama penganuge­rahaan gelar itu adalah RM Tirto Adhi Soerjo merupakan Pionir Pers Nasional dengan menerbitkan Medan Prijaji yang didistiribusikan secara nasional. Melalui surat kabar harian milik pribumi inilah perjuangan anak Hindia dalam meraih kemerdekaan dibe­ritakan secara luas.

Mengabadikan RM Tirto Adhi Soerjo sebagai nama jalan merupakan upaya pemerintah untuk memberi penghargaan atas jasa-jasanya kepada bangsa dan negara, sehingga dianugerahi gelar pahlawan nasional agar generasi mile­nial dapat mengenang perju­angan beliau dan mendapat inspirasi bagaimana berbak­ti kepada bangsa dan negara sebagai bahan pendidikan nasional, khususnya pembi­naan wawasan kebangsaan bagi generasi muda.

Baca Juga  Bela Rakyat dari Penindasan dengan Tulisan, Nama Tokoh Pers RM Tirto Adhi Soerjo Diabadikan di Kota Bogor

Terkait dengan itu, Pemkot Bogor telah menetapkan pe­rubahan nama Jalan Keseha­tan menjadi Jalan Tirto Adhi Soerjo.

“Alasan utama penganuge­rahaan gelar itu adalah RM Tirto Adhi Soerjo merupakan Pionir Pers Nasional dengan menerbitkan Medan Prijaji yang didistiribusikan secara nasional,” kata Guru Besar Ilmu Sejarah di Departemen Sejarah & Filologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Pad­jadjaran Prof Nina Herlina, usai menghadiri kegiatan bedah secara terbuka profil Raden Mas Djokomono Tirto Adhi Soerjo atau RM Tirto Adhi Soerjo di Bogor Creative Cen­ter (BCC), Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, kemarin.

“Mengabadikan RM Tirto Adhi Soerjo sebagai nama jalan merupakan upaya pe­merintah untuk memberi penghargaan atas jasa-jasanya kepada bangsa dan negara sehingga dianugerahi gelar pahlawan nasional,” tandas­nya. (rez/eka/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.