Ngecek Proyek Jalan, Komisi III Nyapnyap

by -

METROPOLITAN – Ang­gota Komisi III Dewan Per­wakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Achmad Fathoni menyayangkan peng­erjaan proyek yang bukan menjadi skala prioritas di Bogor Timur.

Saat mengunjungi penger­jaan proyek Peningkatan Jalan Tlajungudik, Kecamatan Gunungputri, Achmad Fatho­ni mengatakan bahwa dalam pengajuan yang selalu diu­tamakan itu Jalan Bojongnang­ka-Cikeas karena sudah men­galami kerusakan parah. Terlebih saat hujan, jalan yang sudah diajukan sejak 2019 itu tergenang air sehingga me­nyulitkan masyarakat berak­tivitas.

”Setiap pengajuan anggaran untuk pengerjaan peningka­tan jalan, saya selalu usulkan agar didahulukan untuk peng­erjaan Jalan Bojongnangka-Cikeas. Ini malah dilebihdu­lukan Jalan Tlajungudik yang tidak terlalu parah kerusakan­nya,” tegasnya kepada Met­ropolitan, kemarin.

Meski begitu, politisi PKS itu tidak mempermasalahkan proyek peningkatan Jalan Tlajungudik yang saat ini se­dang dikerjakan. Namun, persoalan prioritas dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor yang dinilai bermasalah. Terlebih, jalan itu masih terlihat mulus karena belum lama ini dila­kukan pengaspalan oleh pe­rusahaan setempat.

Baca Juga  Komisi III DPRD Kota Bogor Sidak Pembangunan Pasar Tanah Baru

”Saya nggak menyoal peng­erjaan jalan ini. Dari segi kualitas, saya rasa bagus. Tapi jalan ini (Tlanjungudik, red) kan belum lama diaspal perusahaan. Artinya tidak menjadi prioritas karena ang­garan di Kabupaten Bogor tidak mencukupi. Kalau me­mang anggarannya ada sih nggak masalah semua jalan dibetulkan. Ini anggaran ng­gak ada malah jalan yang jadi sangat prioritas tidak dikerjakan,” keluhnya.

Pria yang akrab disapa Fathoni itu mengaku segera mempertanyakan hal ini ke­pada dinas terkait. Selain itu juga akan dijadikan bahan dalam rapat anggota dewan sebagai bahan evaluasi. Jika memang tidak dapat angga­ran tahun ini maka tahun anggaran 2022 harus dikerja­kan.

”Persoalannya dari mana, saya juga nggak ngerti kok bisa seperti ini. Malah yang dikerjakan tidak masuk skala prioritas. Nanti kita akan pang­gil dalam rapat untuk dijadi­kan bahan evaluasi,” tegasnya.

Baca Juga  Alhamdulillah, Komisi III Mulai Kerja

Sementara itu, Kasubag TU UPT Jalan dan Jembatan Ci­leungsi Sunarip menjelaskan bahwa pihak UPT hanya men­gusulkan. Tetapi untuk kebi­jakan realisasi itu ada di Dinas PUPR. Sebelumnya, pihak UPT dan dewan memang mengu­sulkan prioritas pengerjaan pertama itu Jalan Bojongnang­ka-Cikeas, sesuai harapan masyarakat.

”Tetapi pada kenyataannya, kita menerima proyek peng­erjaan Tlanjungudik ini. Kalau untuk pengajuan, setiap ruas jalan kita ajukan. Namun un­tuk prioritas jalan memang ada skala 1, 2, dan 3. Nah, untuk yang Jalan Bojongnang­ka-Cikeas, kita ajukan sebagai skala prioritas 1. Ini kebijakan­nya di dinas, bukan di UPT. Maka kami juga nggak tahu pengajuan mana yang dile­bihdahulukan,” jelasnya. (jis/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *