Pemkab Bogor Berhasil Efisiensi Rp84 Miliar dari 812 Paket Tender dan Non Tender

by -
Ilustrasi

METROPOLITAN.id – Menjelang akhir tahun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mempercepat sejumlah proyek pengadaan barang ataupun jasa. Sebab hingga saat ini, dari 836 paket yang masuk ke Bagian Pengadaan Barang/Jasa (BPBJ) masih ada pekerjaan yang belum selesai seluruhnya.

“Untuk yang ditenderkan sudah selesai ada 770 paket dengan pagu Rp1,4 triliun, lalu yang sedang berjalan 4 paket dengan pagu Rp27,8 miliar dan yang persiapan ada satu dengan anggaran Rp313 juta,” kata Kepala BPBJ Kabupaten Bogor, Adriawan.

Sedangkan untuk yang non tender sudah selesai 42 paket dengan jumlah pagu Rp20,6 miliar. Dan yang persiapan ada 4 paket dengan pagu Rp945 juta. Dari paket-paket pekerjaan tersebut, Adriawan mengatakan sudah tidak ada pekerjaan kontruksi yang ditenderkan.

Hingga saat ini, lanjut Adriawan, ada 836 paket yang masuk ke BPBJ. Untuk tender to7.talnya ada 790 paket diantaranya 113 barang, 568 kontruksi, 92 konsultansi dan 17 jasa lainnya. Sedangkan yang non tender 1 barang dan 45 jasa lainnya.

Baca Juga  Pemkab Bogor Alokasikan Rp124 Miliar di APBD Perubahan untuk Gaji 2.344 PPPK

“Dari seluruh paket tersebut, Pemkab Bogor pun dapat melakukan efisienai anggaran mencapai Rp84 miliar,” paparnya.

Sebelumnya, Pemkab Bogor mengalami defisit anggaran dan berencana akan memangkas anggaran belanja dibeberapa dinas untuk mengurangi defisit dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022. Apalagi Pemkab Bogor dan DPRD mempunyai waktu kurang dari satu minggu untuk menyelesaikan pembahasan APBD 2022 tersebut.

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan pihaknya sudah melakukan pembahasan secara internal dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) soal defisit yang terjadi dalam pembahasan APBD 2022 bersama DPRD. Ada beberapa opsi yang disiapkan oleh TAPD untuk memangkas desfisit tersebut. Diantaranya memangkas belanja disetiap dinas.

Baca Juga  Hiks... Pasien OTG Covid-19 Tidak Bisa Donor Plasma Darah

“Dua hari kemarin kita sudah membedahnya, ada beberapa opsi yang disiapkan diantaranya memangkas belanja, meningkatkan Pendapatan Aseli Daerah (PAD) serta menunda Alokasi Dana Desa (ADD),” kata Iwan. (mam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *