Pemkot Bogor Usulkan Tunda PTM 3 Sekolah Terlibat Tawuran Maut di Sukabumi

by -

METROPOLITAN.id – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengusulkan menunda Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tiga sekolah yang ada di Kota Bogor. Yakni SMK Yapis, SMK PGRI 2 dan SMK Karya Nugraha.

 

Usulan ini disampaikan menyusul aksi tawuran maut yang dilakukan para pelajar dari tiga sekolah itu di Jalan Raya Su­kabumi, Desa Benda, Keca­matan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (19/11).

 

“Kita pertimbangkan untuk diusulkan penundaan PTM. Nanti Disdik (Kota Bogor) akan koordinasi dengan KCD,” tegas Dedie, Selasa (23/11).

 

Diketahui, dua kubu pelajar dari tiga sekolah setara SMK di Kota Bogor terlibat tawuran di Kabupaten Sukabumi pada Jumat (19/11).

 

Akibat aksi tawuran ini, seorang pelajar berinisial FD (16) meninggal dunia usai mene­rima luka bacok senjata tajam di bagian pung­gungnya.

 

Terkini, sebanyak dua orang pelaku, AH (17) dan AF (16) berhasil diringkus jajaran Satreskrim Polres Sukabumi di Perumahan Venesia Mutiara Residence di Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, pada Senin (22/11).

Baca Juga  Butuh Kesabaran, Belasan ODGJ Tamansari Divaksin

 

Keduanya hanya bisa pasrah saat diminta anggota polisi duduk jongkok men­ghadap arah kamera.

 

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah Nawir­putra mengatakan, ada tiga pelaku yang telah diamankan. Termasuk Y-S (18) yang ber­peran menyembunyikan para tersangka.

 

“Ya benar kami telah menga­mankan tiga orang, dua se­bagai pelaku pembacokan dan satu orang berperan menyembuyikan pelaku. Ke­tiga orang itu ditangkap di Perumahan Venesia Mutiara Residence, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor,” ujar Dedy dalam ke­terangannya.

 

Dari tangan para pelaku, sam­bung Dedy, Satreskrim juga berhasil mengamankan barang bukti sejumlah senjata tajam. Antara lain, satu bilah celurit, satu buah griper, dan satu bilah golok.

 

“Beberapa senjata tajam kami amankan dari tangan pelaku. Senjata itu dipakai pelaku untuk menghabisi nyawa kor­ban saat terjadi aksi tawuran pelajar,” terangnya.

 

Dua bocah ingusan itu tega menghabisi nyawa rivalnya dari sekolah lain. Seorang pelajar SMK Bogor berinisial FD (16) tewas seketika di lo­kasi kejadian setelah mene­rima luka di bagian pung­gungnya akibat bacokan senjata tajam.

Baca Juga  Tok! Polda Jabar Terapkan Ganjil Genap di Bogor Raya

 

Kakak korban, Muhammad Faisal (23), mengatakan bahwa korban yang diketahui asal warga Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, itu merupakan siswa salah satu SMK swasta di wilayah Kota Bogor.

 

“Waktu kejadian, saya sedang bekerja di pabrik. Namun, tiba-tiba saya mendapatkan kabar melalui telepon selu­ler dari Rumah Sakit Medi­care Cicurug yang melapor­kan adik saya telah menga­lami kecelakaan lalu lintas,” kata Muhhamad kepada wartawan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Se­karwangi Cibadak, Jumat (19/11) malam.

 

Tidak berpikir panjang, kakak korban langsung bergegas meminta izin kepada pihak manajemen pabrik untuk mendatangi Rumah Sakit Medicare Cicurug menjenguk adiknya tersebut.

 

“Sesampainya di rumah sakit, saya melihat adik saya belum diberikan tindakan medis oleh petugas rumah sakit. Iya, ka­tanya belum ada pihak kelu­arga yang tanda tangan. Se­telah itu, saya perintahkan untuk secepatnya diberikan pertolongan,” ujarnya.

 

Tidak lama, jelasnya, tim medis dari Rumah Sakit Medicare Cicurug menyatakan bahwa adiknya sudah meninggal dunia saat masih di lokasi kejadian dengan luka menganga pada bagian pung­gung yang tembus ke bagian paru-paru. Diduga korban telah dibacok pelajar lain menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Baca Juga  Bawa Celurit, Polisi Tangkap Dua Pelajar SMK

 

Berdasarkan keterangan be­berapa teman sekolah korban, tawuran tersebut terjadi se­kitar pukul 15:30 WIB.

 

“Jadi, peristiwa ini bermula saat adik saya sedang libur di rumah. Karena tidak sedang giliran belajar tatap muka. Lalu ada beberapa temannya datang ke rumah menjem­putnya. Saat itu bilangnya akan nongkrong di warung,” jelas­nya.

 

Ia menduga aksi tawuran te­rebut sudah direncanakan para siswa dari SMK yang ada di wilayah Kota Bogor.

 

“Jadi SMK adik saya melawan dua SMK gabungan. Kebetu­lan adik saya sekolah di Kota Bogor, dan lawannya pun dari sekolah di SMK yang ada di Kota Bogor. Jadi lokasi tawu­rannya juga tidak jauh dari rumah saya,” timpalnya. (rez) 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.