Pengusaha Kota Bogor Tolak Kebijakan Penerapan PPKM Level 3 di Libur Nataru, PHRI: Kita Kecewa, Ini Nggak Fair

by -

METROPOLITAN.id – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay mengungkapkan kekecewaannya terkait keputusan pemerintah yang bakal menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh wilayah Indonesia pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini.

 

Musababnya, Ketua PHRI Kota Bogor ini menilai kebijakan tersebut tidak fair apabila benar-benar ikut diterapkan di Kota Hujan.

 

“Ya kita kecewa sih. Kita merasa nggak fair aja untuk Kota Bogor,” kata Yuno kepada wartawan, Senin (22/11).

 

Sebab, dijelaskan Yuno, selama ini pihaknya bersama para pengusaha lain yang ada di PHRI Kota Bogor ikut berpartisipasi dalam hal percepatan program vaksinasi dan menekan laju penambahan kasus positif di Kota Hujan.

 

“Tujuan kita apa terlibat dalam dua hal itu, supaya usaha kita bisa kembali bangkit,” ucap Yuno.

 

“Nah sekarang penilaian yang sudah dirasa berhasil di Kota Bogor sehingga bisa level 1 dan tingkat vaksinasi yang cukup tinggi berkat dorongan dan suport kita juga bersama Pemda, ini kan menjadi sia-sia,” sambungnya.

Baca Juga  Ditinggal 30 Menit, Pajero Hitam Agil Dibobol Maling Pecah Kaca di Bogor

 

Kalau berbicara sumber pendapatan hotel, dituturkan Yuno, para pengusaha biasanya membagi secara trimester. Sementara, Desember ini merupakan trimester terakhir yang memang masa-masa puncaknya pendapatan.

 

Dengan begitu, apabila penerapan kebijakan PPKM Level 3 benar-benar tetap dilaksanakan di Kota Bogor pada libur Nataru tahun nanti, tentu akan membuat cash flow para pengusaha khususnya dunia perhotelan dan restoran akan kacau balau.

 

“Jadi memang kacau balau cash flow kita dengan kebijakan itu. Karena apa, ini dipakai untuk mensubsidi trimester satu yang notabennya memang Januari dan Februari itu low untuk Kota Bogor,” imbuh dia.

 

“Karena kita kan mayoritas masih dari meeting dari kementerian dan lembaga, dan itu belum bisa dimulai pada Januari karena harus menunggu anggaran cair,” lanjutnya.

Baca Juga  Lantik Lurah Baru, Wali Kota : Jangan Sampai Ada Ruang Publik di Kota Bogor 'Dibajak'!

 

Tak hanya itu, dilanjutkan Yuno, apakah saat kebijakan PPKM Level 3 diterapkan di seluruh wilayah Indonesia masyarakat di luar hotel dan restoran bisa mengikuti aturan pemerintah.

 

Karena, jangan sampai orang-orang diluar sana bebas bertebaran, sementara para pengusaha hotel dan restoran tidak boleh menerima tamu hanya demi mematuhi aturan dari pemerintah.

 

“Kita rasa sih nggak ya (masyarakat semuanya mengikuti aturan pemerintah), sehingga kalau misalkan itu benar-benar terjadi kan kita jadi merasa sirik saja. Itu saja sih kacamata kita,” bebernya.

 

Untuk itu, dirinya meminta agar keputusan menerapkan kebijakan PPKM Level 3 di wilayah Kota Bogor dapat dikaji ulang. Apalagi berdasarkan catatannya, pengunjung yang sudah membooking kamar pada libur Nataru tahun ini sudah mencapai sekitar 40 persen.

 

“Kita minta agar pengunjung tetap bisa nginep di libur Nataru nanti. Karena kan kita sudah taat Prokes dan sudah tersertifikasi,” ujarnya.

Baca Juga  Ezra Akhirnya Menjalani Debut Bersama Timnas Indonesia

 

Diketahui, ada beberapa aturan yang ditekan pemerintah dalam penerapan kebijakan PPKM Level 3 nanti. Diantaranya;

 

– Larangan pesta kembang api, pawai, arak-arakan, atau kerumunan besar dalam acara apapun.

– Larangan pulang kampung dengan tujuan tidak primer.

– Larangan bepergian pada libur Natal dan Tahun Baru.

– Penutupan alun-alun dan lapangan terbuka.

– Pengetatan aturan perjalanan transportasi umum, dengan minimal sudah menerima dosis vaksin pertama.

– Larangan pengambilan cuti untuk memanfaatkan libur Nataru selama PPKM Level 3 diberlakukan untuk ASN, anggota TNI, anggota POLRI, dan karyawan swasta.

– Kegiatan di tempat ibadah maksimal 50% kapasitas.

– Pembatasan pengunjung bioskop, maksimal 50% kapasitas.

– Pembatasan jumlah pengunjung tempat makan, minum, cafe, dengan kapasitas maksimal 50%.

– Pembatasan jumlah pengunjung pusat perbelanjaan maksimal 50% dan hanya dibuka hingga pukul 21.00 waktu setempat. (rez) 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.