Pohon TNGHS Ditebang, Wabup: Itu Milik Perhutani

by -

METROPOLITAN – Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, angkat bicara terkait pene­bangan pohon di kawasan Taman Nasional Gunung Ha­limun Salak (TNGHS), Keca­matan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Iwan mengatakan, pene­bangan pohon di kawasan hutan itu kewenangan Per­hutani. ”Kami harus koordi­nasi dengan Perhutani, ka­rena tanah itu milik Perhu­tani,” katanya saat ditemui Metropolitan di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, kemarin.

Iwan menjelaskan, pemerin­tah daerah (pemda) tidak memiliki hak pengawasan di kawasan Perhutani. Meski begitu, untuk Analisis Menge­nai Dampak Lingkungan (Amdal) baru kewenangan pemda. Amdal merupakan persyaratan yang harus dip­enuhi untuk mendapatkan izin dalam melakukan usaha atau kegiatan yang diterbitkan pejabat berwenang. Keputu­san kelayakan lingkungan hidup ini wajib dilampirkan saat permohonan izin mela­kukan usaha atau kegiatan. ”Kecuali ada Amdal itu baru kita. Camat harus tahu dan harus jaga, karena camat ke­panjangan dari bupati,” tu­kasnya.

Sebelumnya, proyek pembangunan tempat wi­sata di kawasan TNGHS, Ka­limati, Desa Sukajadi, Keca­matan Tamansari, mengor­bankan kelangsungan hidup pohon. Pantauan Metropo­litan, penebangan dilakukan di beberapa titik di kawasan TNGHS. Bahkan, aksi pene­bangan pohon tersebut dire­kam dan viral di sejumlah grup WhatsApp (WA).

Baca Juga  Puluhan Warga Juntai Diserang Nyamuk DBD

Dalam video berdurasi 17 detik itu terlihat sejumlah orang tengah menebang po­hon. Tak jauh dari lokasi pe­nebangan pohon terdapat sejumlah alat berat.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa (Kades) Sukajadi, Ade Gunawan, membenarkan lokasi penebangan tersebut berada di salah satu lokasi proyek pembangunan tempat wisata di desanya. Tepatnya di kawasan TNGHS. ”Benar ada penebangan pohon di kawasan TNGHS. Bahkan tadi baru saja kita sidak ber­sama Muspika dan DLH Ka­bupaten Bogor,” tuturnya.

Ia juga menyayangkan ada­nya penebangan pohon ter­sebut. Mengingat Bupati Bo­gor Ade Yasin belum lama ini meminta menjaga hutan dan tidak menebang pohon. ”Iya sangat disayangkan. Tadi ha­sil sidak bersama DLH Ka­bupaten Bogor dan Muspika akan dilaporkan pada ibu bupati,” ujarnya.

Baca Juga  Plafon Jebol, Akreditasi Puskesmas Terganggu

Sementara itu, Pengelola Wisata Kalimati, PT Curug Nangka Nirwana (CNN), Gandung, menuturkan, pe­nebangan pohon tersebut sesuai ketentuan yang ber­laku. ”Penebangan sudah sesuai ketentuan yang ber­laku,” katanya saat dikonfir­masi melalui pesan WhatsApp.

Lalu, Sekcam Tamansari, Hidayat, mengaku akan mel­aporkan adanya penebangan pohon di kawasan TNGHS pada polisi hutan (polhut). ”Iya, kan ada polhut nanti kita sampaikan hasil temuan kita di lapangan,” katanya.

Ia juga mengaku Muspika Tamansari melalui Satpol PP bersama DLH dan pemerin­tah desa sudah melakukan pengecekan. ”Kita pelajari dulu hasil pengecekan Satpol PP kemarin,” katanya kepada Metropolitan.

Untuk itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat dan pela­ku usaha sama-sama men­jaga kelestarian alam. Terlebih saat ini memasuki musim penghujan. ”Kita jaga hutan kita bersama-sama. Jangan menebang pohon,” tandasnya. (jal/c/els/py)

Baca Juga  Jalan Kaki 2 Jam Tembus Lumpur demi Bantu Korban Banjir Lebak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *