Pokdarwis Sepakat Bekas Rindu Alam Jadi Pusat Kuliner

by -

METROPOLITAN – Usai penutupan Rumah Makan Rindu Alam, tidak ada akti­vitas lagi di lokasi tersebut hingga kini. Bekas restoran itu malah jadi tempat mang­kalnya Pedagang Kaki Lima (PKL) dan para Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Rencana Pemerintah Pro­vinsi Jawa Barat mengemba­likan bekas bangunan rumah makan legendaris itu sebagai ruang hijau pun tak terbukti.

Terkait lokasi Rumah Makan Rindu Alam, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Bogor, M Teguh Mulyana, angkat bicara.

Menurutnya, bangunan bekas Rumah Makan Rindu Alam yang sampai saat ini masih berdiri sebaiknya di­jadikan sebagai pusat kuliner para pedagang warga lokal. Dengan demikian, selain bisa membuka lapangan pe­kerjaan, tentunya akan mem­berikan pendapatan bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga  Tiga Lab IPB Terima 60 Sampel Swab Covid-19

”Saya lebih setuju lahan rest area dibuat pusat kuliner Puncak. Akan lebih berman­faat, tapi dikelola dengan benar,” ujar M Teguh kepada wartawan.

”Kalau hanya dikembalikan fungsinya sebagai lahan re­sapan tanpa dikelola atau diawasi, saya khawatir nanti­nya dijadikan tempat PKL,” ungkapnya.

Menurutnya, sebaiknya la­han Rumah Makan Rindu Alam dijadikan pusat eko­nomi masyarakat, khususnya warga Desa Tugu Selatan dan Tugu Utara.

Kasi Pengamanan dan Pe­manfaatan Aset UPT Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Barat, Yaya Sukarya, memaparkan bahwa ada tiga opsi rencana selanjutnya di bangunan be­kas Rumah Makan Rindu Alam ini. Pertama, dikembalikan sebagai ruang hijau sesuai keinginan Pemerintah Ka­bupaten Bogor atau Bupati Ade Yasin.

Baca Juga  PK KNPI Cijeruk Manfaatkan Momentum Ramadan dengan Berbagi Takjil

Kedua, diberikan kembali ke pengelola awal jika pemi­natnya hanya ada dua. Ke­tiga, dilelangkan jika peminat bangunan itu lebih dari dua. Ada tiga opsi selanjutnya bekas Rumah Makan Rindu Alam itu.

”Ketiga opsi ini masih belum ada jawaban dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Semuanya sudah di meja gubernur, karena mau jadi apa bekas bangunan tersebut,” katanya.

Menurut Yaya, ketiga opsi ini salah satunya dimungkin­kan akan menjadi pilihan gubernur. Namun, mungkin juga Ridwan Kamil memiliki opsi lain di luar ketiga opsi tersebut. Yang jelas itu ke­wenangan gubernur sebagai pucuk pimpinan tertinggi di wilayah Jawa Barat. (jal/c/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.