Polbangtan Bogor di Ajang SEAVEG 2021

by -

METROPOLITAN – Kiprah Politeknik Pembangunan Per­tanian tak perlu diragukan lagi. Hal ini dibuktikan Poli­teknik Pembangunan Perta­nian (Polbangtan) Bogor, UPT di bawah BPPSDMP Kemen­terian Pertanian yang kem­bali menorehkan prestasi.

Kali ini Polbangtan Bogor menjadi juara 3 Kategori Out­standing Oral Presentation pada ajang International Sym­posium South East Asia Veg­etables (SEAVEG) 2021 Con­ference, Jumat (19/11).

Konferensi yang dihelat di Plaza Ambarrukmo, DI Jogja­karta ini dihadiri kurang lebih 200 peserta yang berasal dari enam negara.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, 2020 hingga 2021 merupakan tahun yang tidak dapat dilupakan. “Diawali dengan panggilan darurat bagi komunitas global, karena pandemi Covid-19 yang telah terjadi. Kondisi yang sangat mengkhawatirkan da­lam ketahanan pangan,” ka­tanya.

Syahrul menambahkan, pan­demi memaksa Indonesia meningkatkan kerja sama dengan mitra internasional. “Hal ini menjadi penting. Ka­rena kita harus mengembang­kan langkah-langkah untuk menghadapi pandemi dan mengantisipasi dampak jang­ka pendek dan jangka panjang dan pandemi tersebut. Salah satu langkah yang dicapai ada­lah berkolaborasi dengan pihak swasta. LSM, perguruan ting­gi, media, lembaga penelitian, politeknik dan lembaga ter­kait lainnya, seperti sekarang ini, khususnya dalam perta­nian mengembangkan horti­kultura sayuran melalui SEA­VEG 2021,” jelasnya.

Baca Juga  Polbangtan Bogor Jadi Pengisi di Opening Day SMK

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Peng­embangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menambahkan, salah satu pondasi penting dalam pembangunan di Indonesia adalah pengembangan sum­ber daya manusia pertanian untuk menghasilkan tenaga yang profesional, mandiri dan berdaya saing sangat penting untuk dilakukan. “Untuk itu, Kementan telah mencanang­kan beberapa program dalam mengembangkan petani muda atau petani milenial,” katanya.

Beberapa program tersebut adalah pendidikan vokasi, pelatihan vokasi, penumbuhan wirausahawan muda perta­nian (PWMP), Youth Entre­preneurship and Employment Support Services (YESS), Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan.

Adapun penelitian yang di­bawakan Tim Polbangtan Bogor di SEAVEG 2021/me­miliki judul Performance Test of Shallot Dehuller Machine Type BEJE PB 01 dengan topik Covid 19: Issues and Challen­gers in Vegetables for Resilience during Pandemic.

Tim penyusun yang meru­pakan gabungan tim dosen dan mahasiswa ini diketuai oleh Annisa Nur Ichniarsyah dan beranggotakan Yul Harry Bahar (sekaligus sebagai pre­sentator), Nawangwulan, Titis Puri, serta Linda Lisnawati.

Pada ajang internasional tersebut, tema yang diusung adalah Vegetables for Resilience and Healthy Diets. Peserta diminta memilih salah satu dari 5 topik sebagai berikut: Hunger and Malnutrition, Food and Nutrition Security, Food Supply Chain and Agribusiness, Young Agripreneur in Horti­culture, dan Covid 19: Issues and Challenges in Vegetables for Resilience during Pandemic.

Baca Juga  Polbangtan Bogor Terjunkan Alumni Dampingi Petani

Annisa, yang juga merupakan staf Calon Dosen di Prodi Tek­nologi Mekanisasi Pertanian (TMP) Polbangtan Bogor men­gatakan bahwa judul peneli­tian ini diambil dari tugas akhir mahasiswa yang diarahkan lebih lanjut oleh prodi untuk dikembangkan.

“Mahasiswa melakukan ke­giatan tugas akhir di PT. Ba­hagia Jaya Sejahtera. Salah satu mesin yang diproduksi adalah mesin pengupas ba­wang. Mahasiswa kami arah­kan untuk melakukan uji per­forma mesin tersebut. Karena belum pernah dilakukan se­cara menyeluruh. Diantaranya mengecek bagaimana kinerja mesin tersebut. Kemudian disesuaikan dengan data mau­pun standar yang ada,” ujarnya.

Senada dengan Annisa, Yul Harry Bahar sebagai presen­tator dalam tim mengatakan bahwa prestasi yang diraih merupakan anugerah dari Tuhan. “Paper sudah disiapkan, bahan presentasi mengalami sedikit modifikasi sehingga lebih atraktif dalam penyam­paiannya. Dalam presentasi pun ada improvisasi untuk menyampaikan sehingga da­pat lebih dicerna dan dipa­hami oleh orang banyak. Nam­paknya selama presentasi menarik minat para peserta symposium karena banyak sekali yang bertanya dan saya bisa menjelaskan dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga  Pelajar Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor Dapat Bantuan

Kepala Prodi TMP ini me­nambahkan, bahwa peneli­tian ini merupakan hasil ker­jasama antara Prodi TMP dengan PT. Bahagia Jaya Se­jahtera (BJS). “Mesin ini baru prototype yang dibuat antara kerjasama prodi TMP dengan PT. BJS. Makanya nama pro­totypenya ada nama perusa­haannya,” imbuhnya.

Mengenai kinerja mesin ini sendiri, Yul menjelaskan se­cara lebih rinci. “Yang kami presentasikan adalah bagai­mana kinerja mesin pengupas bawang merah. Untuk skala rumah tangga itu tidak masa­lah. Tapi untuk industri besar, akan memakan waktu yang lama. Membuang kulit bawang merah dengan menggunakan mesin”.

Total ada 85 penelitian yang diajukan dalam ajang perlom­baan ini. Dimana juara per­tama diraih oleh Taiwan, Jua­ra kedua diraih oleh delegasi dari IPB, dan Juara ketiga diraih oleh Tim Delegasi dari Polbang­tan Bogor.

Yul merasa bangga atas pen­capaian tim pada ajang inter­nasional tersebut. “Saya me­rasa bangga kita dapat bersaing di ajang internasional. Bersaing bersama perguruan tinggi ternama lainnya. Kelompok kami berbangga, jika kita sangat serius, dipersiapkan dengan baik, maka hasil yang baik akan bisa dicapai,” ujar­nya. (*/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *