Produk UMKM Kuliner Bogor Masuk Hotel Berbintang

by -

METROPOLITAN – Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kuliner di Pulogeulis, Kelurahan Ba­bakanpasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, secara resmi naik kelas. Produk-produk unggulan mereka nantinya akan dipajang di Hotel 1O1 dan akan menjadi suguhan makanan saat rapat dan sebagainya.

Wakil Wali Kota Bogor, De­die A Rachim, mengatakan, saat ini sudah dilakukan Me­morandum of Understanding (MoU) antara Hotel 1O1 Su­ryakencana bagian dari Pa­norama Group dengan warga Pulogeulis. Sebanyak 23 pelaku dari 27 produk UMKM Pulogeulis resmi naik kelas.

Kesepakatan kerja sama tersebut dilakukan di Kelen­teng Pan Kho Bio, Kampung Pulogeulis, Kelurahan Baba­kanpasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (23/11). “Tadi itu penanda­tanganan kerja sama peng­gunaan produk UMKM dan penyerahan peralatan pro­duksi UMKM. Penandatan­ganan ini diwakili ketua Kom­pepar,” kata Dedie.

Baca Juga  Omzet UMKM Anjlok 80 Persen

Menurutnya, MoU ini mer­upakan kesepakatan pihak 1O1 untuk membeli jajanan pasar yang nantinya bisa di­manfaatkan untuk kegiatan rapat atau bimbingan teknis (bimtek) yang diselenggarakan di hotel.

“Warga produsen jajanan pasar ini tentu harus mem­perhatikan sisi higienisnya. Tidak memakai bahan peng­awet atau tidak memakai zat pewarna yang membahaya­kan tubuh. Selain itu, harus memperhatikan kriteria-kriteria dari bahan food­grade,” ujarnya.

Karena itu, Dedie mendorong pelaku UMKM dapat men­jaga standar kualitas setiap produknya. Sebab, bukan tidak mungkin jajanan pasar terse­but dikonsumsi di Hotel 1O1 atau bahkan dijajakan di ho­tel Kota Bogor. “Nggak usah mencari lagi ke Pasar Senen di Jakarta, tapi di Pulogeulis ada produsen jajanan pasar,” ujarnya.

Baca Juga  28 Sekolah Siap Dibangun

Dalam kesempatan itu, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN juga turut memberikan bantuan berupa alat-alat masak yang nanti dapat menunjang produksi jajanan pasar. “Mudah-mudahan ke depan ada peningkatan kerja sama bagaimana pro­duksi bisa lebih terkontrol sesuai syarat, kondisi, se­hingga kalau memang per­mintaannya banyak, besar, bisa dibikin secara kolektif produksinya. Peralatan yang ada di situ pun dikeola se­cara besar,” katanya. Penan­datanganan tersebut dila­kukan Ketua Kompepar Dina Indrawati dan CEO Panorama Group Budi Tir­tawisata. (rez/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.