Prostitusi Online di Kos-kosan Terbongkar, Anak di Bawah Umur Hingga IRT Jadi Korban

by -
Ilustrasi. (Shutterstock)

METROPOLITAN.id – Kasus prostitusi online di kos-kosan ‘Palapa’ Jalan Gayamsari II, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang terus didalami Polrestabes Semarang. Rumah kos yang digerebek pada Kamis (18/11) lalu ini diduga melibatkan anak di bawah umur hingga ibu rumah tangga (IRT)

Seorang mucikari diamankan dalam penggerebekan tersebut. Tak hanya itu, polisu mendapati empat orang perempuan yang menjadi korban perdagangan manusia.

Ironisnya, salah satu dari empat perempuan masih berusia 16 tahun.

“Ada satu (korban) yang masih dibawah umur,” ungkap Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny S Lumbatoruam seperti dikutip dari JawaPos radarsemarang.id, Senin (22/11).

Korban di bawah umur tersebut diketahui merupakan pelajar. Sementara lainnya ada yang berstatus IRT hingga mahasiswi.

Baca Juga  Polisi Ungkap Praktek Prostitusi Online Bertarif

“Para korban ini ditemukan di kamar no 6 kamar kos tersebut,” ungkapnya.

Menurut Donny, para korban telah dibawa ke Polrestabes Semarang untuk dimintai keterangan.

Polrestabes Semarang juga telah mengamankan seorang pria bernama Darwin Pratomo (33), warga Kabupaten Kendal.

“Satu orang telah ditetapkan tersangka. Dia mucikari, pengelolanya,” tandasnya. (mha/bas/radarsemarang.id/fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *