Proyek Pedestrian Pedati Bogor Disoal

by -

METROPOLITAN.id – Proyek pembangunan pedestrian di Jalan Pedati, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor mendapat keluhan dari warga sekitar, khususnya para pemilik toko di Pasar Pedati.

 

Musababnya, proyek pedestrian yang saat ini masuk dalam tahap pembangunan taman itu dilakukan tanpa sosialisasi sehingga menyebabkan aktivitas jual beli pemilik toko terganggu.

 

“Saya tidak diberi tahu soal pembangunan taman ini, karena taman itu ada di depan toko saya,” keluh pemilik toko, Iswanto.

 

“Kalau mendukung ya mendukung (pembangunan pedestrian). Tapi pembangunan tamannya menggangu toko, karena tepat ada di depan pintu toko saya,” sambung penjual rempah-rempah dan sayur mayur ini.

 

Hal senada diungkapkan pemilik toko Kopi Lampu Aladin, Aheng. Dirinya mengaku tidak mendapat informasi sosialisasi tentang rencana pembangunan taman yang ada tepat di pintu tokonya.

Baca Juga  Pemkot Bogor Minta Tarif Gratis Biskita Transpakuan Sampai 2022, Kepala BPTJ : Evaluasi Dulu Lah

 

“Kami tidak tahu dan tidak dijelaskan akan dibangun apa, karena tidak ada informasi ataupun sosialisasi ke kami. Hanya katanya itu buat taman, sedangkan posisinya tepat di depan toko kami. Otomatis bangunan taman ini menggangu aktivitas jual beli di toko kami,” keluhnya.

 

Untuk itu, Aheng dan pemilik toko lainnya meminta Pemkot Bogor ataupun pihak kontraktor untuk melakukan kaji ulang pembangunan taman di sepanjang Jalan Pedati tersebut.

 

“Kalau taman ini tetap dibangun, akan sangat mengganggu aktivitas disini. Kami mohon tidak ada pembangunan taman. Kalau untuk pembangunan pedestrian kami sangat mendukung,” tegasnya.

 

Sementara, koordinator pemilik toko di Jalan Pedati, Irpan menuturkan, sejak awal dilakukan sosialisasi di Kelurahan Gudang, tidak ada info detail soal pembangunan taman. Para pemilik toko hanya dapat informasi akan dibangun pedestrian, sehingga semua pemilik toko mendukung.

Baca Juga  Rombak Pejabat Kota Bogor di Penghujung Tahun ala Bima Arya, Tandai Dua Dinas Baru hingga Bongkar Pasang Kewilayahan

 

Tetapi sekarang ada pembangunan taman yang sangat mengganggu aktivitas jual beli di Pedati. Sehingga, selama pembangunan pedestrian, otomatis omset pendapatan pedagang menurun drastis.

 

“Sosialisasi sudah pernah di Kelurahan dari Dinas PUPR, tetapi hanya menceritakan soal pembangunan pedestrian, tetapi tidak menjelaskan soal design, bentuk pembangunannya seperti apa, termasuk soal adanya pembangunan taman ini. Pemilik toko disini meminta agar pembangunan taman dihentikan,” katanya.

 

Menanggapi itu, pihak PT Ganesa Pratama Konsultan, Andi menyarankan agar para pedagang segera melaporkan kepada pihak kontraktor dan dinas terkait atas protes tersebut.

 

“Silahkan saja dilaporkan dan memang untuk sementara, kami hentikan dulu pembangunan taman ini,” katanya.

Baca Juga  Besok Uji Coba Ganjil-Genap di Gadog, Petugas Gabungan Siap Mengadang Pelancong

 

Disisi lain, Andi menjelaskan, setelah pembangunan pedestrian akan ada pembangunan taman disepanjang Jalan Pedati. Diantaranya, tiga taman berukuran besar dan tiga taman berukuran kecil.

 

Pembangunan taman ini sesuai dengan siteplane dan design, sehingga dilaksanakan pembangunan.

 

“Jadi disini akan dibangun enam taman, tiga diantaranya berukuran besar dan tiga lainnya berukuran kecil. Taman itu ada disepanjang jalan Pedati. Nanti selain akan ada pohon, disekitar taman juga akan ada ornamen lampu-lampu,” tandasnya. (rez) 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *