Puluhan Ribu Buruh Bekasi Siap Gelar Aksi

by -

METROPOLITAN – Ribuan buruh Bekasi yang tergabung dalam Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM) siap meng­gelar aksi lanjutan dengan skala besar-besaran pada Kamis (25/11). Hal itu men­jadi pembahasan utama dalam konsolidasi Aliansi BBM yang berlangsung di Omah Buruh, Cikarang Selatan.

Massa Aliansi BBM ini bak­al membawa sejumlah tun­tutan, seperti penerbitan SK tentang Upah di Atas Upah Minimum (UDUM) yang di­janjikan Plt Bupati Bekasi Akhmad Marjuki kepada massa pada Selasa (16/11) lalu. “Kita akan tuntut soal UDUM dan UMK 2022. Kita juga akan tuntut pembatalan soal SE Menaker upah kenai­kan 1,09 persen yang meng­acu PP Nomor 36 Tahun 2021,” ujar Sarino ketika diwawan­carai.

Baca Juga  Menaker Sebut Aksi Buruh tak Relevan

“Tuntutan selanjutnya ada­lah pembatalan PP 36 itu sendiri karena semua isi pasal tidak ada yang berpihak ke­pada kaum buruh, kemudian tentang Omnibus Law,” sam­bung Sarino. Aliansi BBM, jelas Sarino, akan mencoba pola berbeda pada aksi yang berlangsung pada 25 Novem­ber 2021 yaitu dengan upaya huru-hara. Huru-hara yang dimaksud adalah upaya yang tetap sesuai hukum.

“Berdasarkan pengalaman kita hukum dapat berubah karena kekuasaan, kemudian upaya hukum dan huru-hara,” ujarnya. “Indonesia merdeka karena huru-hara, kekuasaan Orde Baru runtuh dengan huru-hara. Kita juga upaya melalui huru-hara dengan prosedur hukum,” katanya.

Lalu, sambung Sarino, mas­sa juga akan menggelar aksi secara ampar-amparan seba­gai aksi yang tidak terpusat. Jadi, sebanyak 10.000 massa buruh tidak kumpul secara terpusat, tetapi menyebar di tiap kawasan.

Baca Juga  Buruh di Sukabumi Sepakat Mogok Massal

Sementara ini, massa Ali­ansi BBM akan mengawal rapat Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Bekasi. “Nanti 25 November kita aksi serempak kabupaten-kota Bekasi bukan pawai. Kita keluar pabrik keseluruhan,” katanya. “Kita sweeping di lingkungan pabrik sesuai surat pemberitahuan. Aksi alur rute jelas di mana,” lanjutnya. Sweeping yang dimaksud ada­lah menghampiri satu per satu pabrik untuk mengajak para pekerja di pabrik mengik­uti aksi besar-besaran tersebut. Sebagai lanjutan dari aksi 25 November, pada 29 November massa buruh se-Jawa Barat akan menggelar aksi dan tang­gal 6 sampai 8 Desember bakal menggelar aksi mogok nasional.

“Kita juga akan meminta rekomendasi pemerintah pu­sat untuk mencabut SE Me­naker. Presiden kita minta juga untuk mencabut PP 36 dan lainnya. Untuk hal itu, massa akan menanti instruk­si lebih lanjut dari pusat,” pungkasnya. (tob/suf/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *