Rencana Pembangunan TPST Ditolak Warga Rumpin

by -

METROPOLITAN – Ren­cana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor membangun Tempat Pengo­lahan Sampah Terpadu (TPST) di Kampung Gunungnyung­cung, Desa Kampungsawah, Kecamatan Rumpin, Kabu­paten Bogor, ditolak warga.

Selain bau yang tak sedap, warga khawatir adanya TPST itu berdampak buruk terhadap kesehatan warga di dua desa.

Tokoh Pemuda Kecamatan Rumpin, Ridwan Darmawan, mengatakan bahwa setidaknya ada dua kampung yang akan terdampak, yakni Kampung Gerendong-Desa Kam­pungsawah dan Kampung Rumpindalam-Desa Rumpin.

”Saya tidak dapat mem­bayangkan bagaimana para pengambil kebijakan di DLH Kabupaten Bogor dalam me­nentukan posisi tempat TPST tersebut,” kata praktisi hukum yang pernah menjadi penga­cara Pemenangan Jokowi-JK itu.

Menurutnya, ada aturan-aturan teknis yang mestinya dipedomani dinas. Semisal jarak antara TPST dengan permukiman. Kemudian ter­kait RT, RW. Lalu apakah posisi tersebut sesuai posisi jalan utama di wilayah terse­but.

Baca Juga  Dua Flyover Siap Beroperasi Awal 2020

”Sebab, rencana letak TPST itu persis berada di gerbang masuk wilayah Kecamatan Rumpin, berbatasan dengan Kecamatan Ciseeng,” ujarnya.

Ridwan mengaku semen­tara ini sudah berjibaku dengan persoalan truk tambang yang telah menye­babkan kesemrawutan lalu lintas dan kerusakan infra­struktur jalan, serta debu yang menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bagi warga Rumpin, yang tentu saja ditambah persoalan sam­pah.

”Coba tunjukkan pada kami, di mana lokasi TPST yang diklaim memakai sistem mo­dern yang tidak menimbul­kan persoalan di Indonesia ini. Jadi meski diklaim TPST ini modern, kami tetap me­nolak,” tegas Ridwan Darma­wan.

Kepala Desa Rumpin, Robi Setiawan, menilai adanya TPST akan berdampak buruk terhadap pencemaran udara. Belum lagi soal bau yang me­nyengat. Terlebih, letak lo­kasi tersebut berada di per­batasan Desa Rumpin dengan Desa Kampungsawah.

Baca Juga  Wali Kota Bekasi Bantah Gubernur DKI , Karena Bekasi Belum Dapat Dana Kompensasi 2018

”Itu dampak terhadap ling­kungan soal bau. Belum lagi serapan air dan polusi udara. Namun yang terdampak itu satu RW di Desa Rumpin. Belum lagi warga sekitar yang masuk Desa Kampungsawah,” terang Robi.

Namun, Robi mengaku tidak mempermasalahkan adanya TPST tersebut jika polusinya bisa diminimalisasi, hingga dampaknya tidak meluas dan tidak mengganggu warga. Salah satunya menimbulkan penyakit. ”Namun serapan air dari pengelolaan sampah tersebut yang pasti akan men­cemari sumur warga terdekat. Apalagi Kampung Gerendong di Desa Kampungsawah yang paling dekat. Intinya saya tidak setuju adanya TPST tersebut,” tegas Robi.

Sementara itu, Kepala Desa Kampung Sawah, Edi Riyadi, menjelaskan rencana pengo­lahan sampah tersebut mer­upakan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang akan dibangun di lahan pemkab seluas tiga hektare.

Baca Juga  Ridwan Kamil Janji Rapikan TPA Nambo

”Itu program pemerintah. Ya memang kalau ada sisi positif dan negatifnya, kita lihat nanti. Kalau banyak di­keluhkan masyarakat ya buat apa? Kan gitu,” ujar Ugan, sapaan akrabnya.

Ugan mengaku DLH Kabu­paten Bogor memang sudah melakukan sosialisasi di aula kantor Desa Kam­pungsawah terkait program tersebut beberapa hari lalu.

”Kalaupun banyak dikelu­hkan masyarakat, ya kita ba­has bareng-bareng soal ren­cana pengolahan sampah tersebut,” pungkas Ugan. (mul/c/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *