Segera Masuk Pasar Ekspor, UMKM Tegalwaru Dorong Ekonomi Warga

by -

METROPOLITAN – Tak da­pat dipungkiri, pandemi Co­vid-19 menghancurkan per­ekonomian sejumlah peru­sahaan besar. Namun, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabu­paten Bogor, mampu ber­kembang.

Buktinya, Minggu (21/11), sentra UMKM Tegalwaru melakukan soft opening. Sa­lah satu pionir sentra UMKM Tegalwaru, Budi Susilo, men­gungkapkan bahwa wakaf produktif untuk UMKM akan mendorong perekonomian masyarakat.

Menurutnya, Covid-19 mengajarkan pelaku usaha untuk melek teknologi. “Jika kita tak bisa, maka harus siap tertinggal,” ungkap Budi di hadapan para tamu undangan.

Ia melanjutkan, para pem­uda dilibatkan untuk mem­bantu pemasaran hasil pro­duksi orang tuanya melalui jualan online. “Kita ajari di­gital marketing,” ujarnya.

Ia mengaku pihaknya sudah melakukan berbagai inovasi. “Insya Allah, produk UMKM Tegalwaru segera ekspor ke Singapura, Qatar, hingga Turki,” imbuhnya.

Baca Juga  UMKM yang Terhubung Ekosistem Digital Baru 19

Budi menjelaskan dalam waktu dekat di kawasan sentra UMKM Tegalwaru juga akan dibuka ATM (Anjungan Tunai Mandiri) sehingga lebih mu­dah dalam berbagai kegiatan.

Pelopor Kampung Wisata Bisnis Tegalwaru, Tatiek Kan­caniati, menyambut baik adanya sentra UMKM Tegal­waru. ”Dulu Tegalwaru sem­pat jadi desa tertinggal, seka­rang sudah maju. Termasuk bidang pendidikan,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, Tegal­waru memiliki banyak UMKM yang jadi ciri khas, sehingga bisa dimanfaatkan untuk ke­majuan perekonomian ma­syarakat. “Kini kita bisa me­nerima banyak tamu,” jelas Tatiek.

Ia mengakui kini teknologi sudah maju sehingga mudah untuk memasarkan berbagai produk lokal. Perwakilan STIE Manajemen Bisnis Indonesia, Teguh Prajitno, mengaku ka­gum karena sentra UMKM Tegalwaru sudah populer di berbagai daerah termasuk Jakarta sehingga harus terus dikembangkan. “Pendam­pingan UMKM sangat diper­lukan,” tuturnya.

Baca Juga  UMKM Harus Dongkrak Lapangan Kerja

Ia menegaskan UMKM ha­rus naik kelas. “Koperasi sya­riah juga harus dikembangkan. Walaupun UMKM masih terkendala modal, tapi jangan menyerah. Nah, bisa dibantu koperasi syariah,” pungkasnya. (rb/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *