Siap Jadi Tuan Rumah Kongres V JKPI, Direktur Eksekutif JKPI : Kota Bogor Jadi Model Even Besar Pasca Pandemi

by -

METROPOLITAN.id – Kota Bogor tengah bersiap menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kongres V Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), sekaligus launching Ibu Kota Kebudayaan pada 2-5 Desember nanti.

Hajatan ini pun diharapkan bisa menjadi model bagi even besar pasca pandemi Covid-19. Hal itu diungkapkan IAI Direktur Eksekutif JKPI, Asfarinal.

“Semoga Bogor bisa menjadi model bagi kegiatan even besar pasca pandemi Covid-19,” katanya kepada Metropolitan.id, Jumat (26/11).

Ia menjelaskan, JKPI di Kota Bogor ini nantinya merupakan kongres ke-V JKPI, dimana hajatan terbesarnya yakni pemilihan ketua. Namun, dalam kongres nanti, kata dia, akan diramaikan dengan agenda acara-acara pendukung lainnya.

“Seperti pameran, gelaran budaya, karnaval, hingga JKPI Awards. Nah JKPI Awards ini yang pertama, artinya yang di Kota Bogor ini yang pertama. Selain itu ada launching Ibu Kota Kebudayaan juga,” ujarnya.

Baca Juga  Polda Jabar Beberkan Hasil Investigasi Kasus Pedagang Buah di Bogor yang Ngadu ke Jokowi

Untuk JKPI Awards, sambung dia, akan diberikan pada beberapa kategori. Yakni kota dan tokoh. Untuk JKPI Awards dari kategori kota, salah satunya akan diberikan kepada 12 kota deklarator JKPI. Di mana salah satu deklaratornya Kota Bogor.

“Kota Bogor jadi tuan rumah kali ini kan hasil biding waktu kongres keempat di Solo. Nah kebetulan Kota Bogor kan salah satu dari 12 kota deklarator JKPI di mana bakal menerima JKPI Awards,” tegasnya.

Sedangkan untuk tokoh, kata dia, akan diberikan kepada berbagai insan seperti pencipta, kreator hingga penulis yang terkait dengan kebudayaan. JKPI ke-V juga akan melaunching tujuh Ibu Kota Kebudayaan di Indonesia.

Baca Juga  Molor Lagi, PTM Terbatas Kota Bogor Digelar Oktober

“Seperti Banda Aceh, itu Ibu Kota Kebudayaan untuk Kota Maritim. Lalu Ambon, Ibu Kota Kebudayaan untuk Kota Kreatif, karena pernah dapat predikat kota musik karena banyak musisi dari Unesco,” jelasnya.

Sedangkan Kota Bogor masuk Kota Suistainable, karena keberadaan Kebun Raya Bogor, serta upaya Kota Bogor merubah pandangan dari kota seribu angkot dengan pendekatan lingkungan.

“Karena predikat itu kan nggak ujug-ujug, ada pandangan dari daerah lain, sama seperti kota-kota budaya dunia. Nah kita implementasikan dalam wujud ke-Indonesiaan. Jadi agenda besarnya itu pemilihan ketua, pemberian awards hingga karnval, pameran dan lainnya,” tutupnya.

Kongres JKPI sendiri merupakan acara pokok, di mana jumlah anggota JKPI kurang lebih ada 72 kota/kabupaten di Indonesia. (ryn)

Baca Juga  Bima Arya : Populisme Akar Masalah HAM

Leave a Reply

Your email address will not be published.