Soal Kasus Mafia Tanah, Riri Khasmita Ngaku Dijebak

by -

METROPOLITAN – Nirina Zubir beserta keluarga besarnya menjadi korban kasus mafia tanah. Akibatnya, kerugian yang dialami keluarga besar tersebut mencapai Rp17 miliar. Kasus ini berawal ketika almarhumah ibunda Nirina Zubir, Cut Indria Marzuki, meminta asisten rumah tangganya, Riri Khasmita, yang telah bekerja sejak 2009 untuk mengurus surat-suratnya.

Alih-alih menjalankan amanah tersebut, dia bersama suami­nya, Edrianto, malah mengganti seluruh nama kepemilikan dalam surat tersebut dengan nama mereka. Keduanya dibantu tiga notaris, yakni Faridah dari PPAT Tangerang serta Ina Rosaina dan Erwin Riduan dari PPAT Jakarta Barat.

Namun menurut pengakuan dari pengacara Riri Khasmita, Syakhruddin, kliennya mengaku dijebak dalam kasus tersebut. ”Menurut kami, tentu iya, karena ketidaktahuan ya terus juga mungkin namanya dipakai untuk jual beli ya masuk ke bank, itu kan juga sebenarnya ada suatu niat juga ya, karena klien kami ini sebenarnya kan usaha di Tanah Abang,” ungkap Syakhruddin saat ditemui di Polres Jakarta Barat, Rabu (24/11). ”Jadi namanya dipakai, karena tidak ada rasa curiga atau bagaimana sebenar­nya ada kerugiannya juga,” lanjutnya.

Sang pengacara juga menyebut­kan, Riri Khasmita tidak merasa curiga karena seringkali dia menjadi perantara almarhumah ibu Nirina Zubir kepada anak-anaknya. ”Ada lagi keterangan klien saya beberapa kali malah menjadi perantara penyambung komunikasi antara Nirina dan orang tuanya, bahkan ada saudaranya kalau butuh uang kuliah minta uangnya ke bu Riri, nggak langsung ke ibunya,” sebut Syakhrud­din.

Syakhruddin juga menjelaskan bagaimana kedekatan antara almarhu­mah dengan anak-anaknya. ”Saya nggak bisa sejauh itu menjawab, cuma menurut keterangan klien kami memang pertemuan itu jarang, sehingga mungkin kita maklumi lah, Nirina sibuk seperti apa, nggak sempet lah, ornag tuanya untuk datang setiap hari ke sana,” ucap Syakhruddin. (dtk/ eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *