Soal Mobilitas Libur Nataru di Kota Bogor Diperketat: Bima Arya Berlakukan Ganjil Genap, Kapolresta Tunggu Arahan Pusat

by -

METROPOLITAN.id – Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengaku masih menunggu arahan pemerintah pusat terkait pengetatan mobilitas menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada tahun ini.

 

Musababnya, Kapolresta menilai arahan dari pemerintah pusat itu merupakan jawaban yang bisa menentukan apakah program ganjil genap perlu diberlakukan di Kota Hujan.

 

“(Ganjil genap diberlakukan) Iya kalau status (PPKM Kota Bogor) di naikan (ke Level 3). Kalau sekarang kita masih PPKM Level 1,” kata Kombes Pol Susatyo.

 

“Makanya nanti kita lihat dulu petunjuknya apa dari pemerintah pusat dan apa yang harus kita lakukan,” sambungnya.

 

Meski demikian, menurut Kapolresta, pihaknya bersama jajaran Satgas Covid-19 Kota Bogor akan mempersiapkan tidak hanya terkait pengetatan mobilitas masyarakat, termasuk menyiapkan kesiapan Rumah Sakit (RS), tempat penampungan dan sebagainya.

Baca Juga  Di Sini Prabowo – Sandi Menang Telak Tapi PDIP Naik 200%

 

“Tentu itu semua kita akan siapkan. (Intinya) nanti hasil rapat Satgas seperti apa, kita akan umumkan ke masyarakat,” ucap dia.

 

Dalam kesempatan ini, Kapolresta juga tak lupa mengingatkan, meski situasi PPKM di Kota Bogor saat ini sudah relatif terkendali, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap melaksanakan prokes ketat.

 

Sebab, pemerintah pun sudah mengimbau dan mengumumkan bahwa terjadi peningkatan angka kasus positif Covid-19 pada dua minggu terakhir ini. Apalagi, Kota Bogor masuk ke dalam wilayah aglomerasi, sehingga masyarakat tetap harus waspada.

 

“Tetap menjaga prokes dan tentunya kita belum sepenuhnya bisa normal dan kemarin kita juga sudah merumuskan untuk langkah-langkah ya g akan kita lakukan dari sejak 1 Desember sampai libur Nataru, sehingga tidak terjadi seperti januari di 2021 kemarin (lonjakan kasus Covid-19),” ujarnya.

Baca Juga  Tak Bisa Cuci Darah Kasus Pasien JKN, Begini Klarifikasi Kemensos

 

Meski begitu, jawaban Kapolresta Bogor Kota berbanding terbalik dengan keterangan dari Wali Kota Bogor, Bima Arya. Di mana, sebelumnya Bima Arya memastiian Kota Bogor akan menerapkan program ganjil genap pada libur akhir tahun atau Nataru ini.

 

Hal itu pun dibenarkan Wali Kota Bogor Bima Arya. Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Satgas Covid-19 Kota Bogor akan melakukan pengetatan pada libur Nataru, serta mengikuti aturan pemerintah yang menginstruksikan semua daerah memberlakukan PPKM Level 3.

 

“Saya dan Kapolresta sudah berkoordinasi untuk kembali mengeluarkan kebijakan pengetatan mobilitas di awal Desember nanti. Karena sesuai himbauan presiden, akhir tahun ini kita harus waspada karena ada mobilitas warga yang meningkat di libur akhir tahun, kira-kira begitu,” katanya kepada awak media di GOR Pajajaran, Kota Bogor, Sabtu (20/11).

Baca Juga  Ekspansi Kredit, Bank BJB Siap Rights Issue di 1Q 2022

 

Salah satunya, sambung dia, dengan memberlakukan kembali kebijakan Ganjil Genap, yang diikuti penerapan PPKM Level 3 yang mulai berlaku 24 Desember nanti.

 

“Ya itu tadi, kemungkinan pembelakukan Ganjil Genap. Kemudian nanti PPKM Level 3 mulai berlaku pada 24 Desember nanti, hingga akhir tahun. Sesuai instruksi dari pemerintah pusat,” tukas Bima Arya.

 

Diketahui, Pemerintah pusat memutuskan untuk memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada semua daerah se-Indonesia pada libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), meskipun daerah tersebut berstatus PPKM Level 1 atau 2. Termasuk Kota Bogor yang kini berstatus PPKM Level 1. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.