Tempat Wisata Berlaku Ganjil-Genap

by -

Jelang libur akhir tahun baru (Nataru), pemerintah sudah mulai mempersiapkan sejumlah aturan. Termasuk memberlakukan pembatasan kunjungan pelancong melalui aturan Ganjil-Genap di tempat wisata.

PEMERINTAH akan mem­batasi sejumlah aktivitas pa­riwisata dalam Pemberla­kuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 saat Natal dan Tahun Baru atau Nataru.

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 yang diteken Mendagri Tito Kar­navian pada Senin (22/11), pemerintah akan memantau pelaksanaan PPKM Level 3 di destinasi wisata favorit.

“Antara lain: Bali, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Medan, dan lain-lain,” demikian bunyi Inme­ndagri Nomor 62 seperti ditulis pada Rabu (23/11).

Selain itu, membatasi jum­lah wisatawan menjadi 50 persen dari kapasitas desti­nasi wisata, serta penerapan pengaturan Ganjil-Genap kendaraan pada kunjungan ke tempat wisata prioritas.

“Instruksi menteri ini mulai berlaku pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022,” tulis Tito Karnavian dalam Inmendagri pada 22 Novem­ber itu.

Pengunjung juga harus meng­gunakan aplikasi PeduliLin­dungi saat masuk dan keluar objek wisata.

Baca Juga  Siap Jadi Wisata Termaju di Indonesia

“Hanya pengunjung dengan kategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk,” bunyi Inmendagri tersebut.

Pemerintah juga meminta pengelola objek wisata men­gurangi penggunaan peng­eras suara yang bisa menim­bulkan kerumunan. Mereka juga dilarang menggelar pesta yang mengundang ke­ramaian di tempat terbuka serta tertutup.

“Serta membatasi kegiatan seni budaya dan tradisi, baik keagamaan maupun nonkea­gamaan yang biasa dilakukan sebelum pandemi Covid-19,” demikian tertulis dalam In­mendagri Nomor 62.

Sementara itu, pelaku indu­stri pariwisata menilai PPKM Level 3 bisa merusak pro­mosi besar-besaran yang su­dah mereka lakukan. Apalagi, secara historis, akhir tahun merupakan momen pelaku usaha pariwisata mendulang keuntungan lantaran libur panjang.

”Banyak yang sudah beli paket tur untuk mendapatkan potongan harga selama kami promosi,” kata Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indo­nesia (Astindo) Pauline Su­harno, Jumat (19/11).

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam waktu dekat akan mengeluarkan surat edaran serta imbauan bagi masyara­kat agar tidak melakukan perayaan pada malam per­gantian tahun.

Baca Juga  Manggis Pabangbon Tembus Pasar Jabodetabek

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan ka­sus penularan Covid-19 gelom­bang ketiga.

“Para ahli berpendapat dik­hawatirkan ada gelombang ketiga penularan Covid-19. Agar tidak terjadi gelombang ketiga, kita tahan dulu. Jangan dulu ada pesta-pesta di akhir tahun,” kata Bupati Bogor Ade Yasin.

Ia berharap masyarakat da­pat merayakan malam per­gantian tahunnya di rumah bersama keluarga masing-masing. Sehingga tidak me­nimbulkan potensi penularan Covid-19.

“Kita sudah punya penga­laman. Karena kemarin ke­tika kita waspada pada Idul Fitri dengan dilarang mudik, tapi ternyata setelah Lebaran, banyak orang mudik juga dan peningkatan pun terjadi. Ini agar tidak terjadi, kita harus menahan diri untuk tidak hura-hura di malam tahun baru,” tegasnya.

Ade Yasin juga mengaku akan membuat surat edaran. Sebab, pihaknya telah berkomuni­kasi dengan pemerintah pu­sat soal larangan merayakan malam pergantian tahun.

Hal tersebut nantinya akan menjadi dasar hukum yang tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup).

Baca Juga  Nyicil Apartemen Royal Height cuma Rp1 Jutaan

“Ini akan jadi fokus kami jelang Nataru,” kata Ade Yasin.

Di Kota Bogor, Wali Kota Bogor Bima Arya juga bersiap melakukan hal serupa. Yakni pemberlakuan Ganjil-Genap.

”Saya dan Pak Kapolres (Kombes Susatyo Purnomo, red) sudah berkoordinasi un­tuk kembali mengeluarkan kebijakan pengetatan mobi­litas di awal Desember nanti. Karena sesuai imbauan pre­siden, akhir tahun ini harus waspada karena mobilitas warga meningkat terkait Na­taru,” kata Bima.

Terpisah, Kapolres Bogor Kota Kombes Susatyo Purn­omo Condro mengaku pi­haknya masih menunggu hasil rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor. Namun, Polresta Bogor Kota akan tetap mengantisi­pasi peningkatan mobilitas masyarakat jelang Nataru dengan pembatasan-pemba­tasan.

”Kita lihat dulu, Desember ini statusnya seperti apa. Kita akan mengikuti itu. Kalau sta­tusnya nanti diturunkan le­velnya, tentunya kami juga harus melakukan pembatasan-pembatasan mobilitas, khus­usnya jelang Nataru. Kalau statusnya diturunkan, kita akan lakukan Ganjil-Genap,” tandas Susatyo. (de/mam/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *