Toilet SPBU Berbayar, Wisatawan Puncak nggak Masalah

by -

METROPOLITAN – Video Menteri BUMN, Erick Thohir, soal toilet SPBU berbayar jadi viral di media sosial. Nyatanya, toilet berbayar juga diberlakukan di salah satu SPBU Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor.

Warga atau pengunjung yang akan menggunakan toilet umum wajib membayar Rp2.000. Uang tersebut di­masukkan dalam keropak yang dijaga seseorang ber­pakaian hijau dan bertuliskan ’Pertamina’ duduk di depan keropak. Tidak ada paksaan dari petugas kebersihan toi­let tersebut. Masyarakat atau pengunjung SPBU yang meng­gunakan fasilitas umum itu pun tidak keberatan dengan tarif tersebut.

”Iya ini sudah dari dulu, sudah terbiasa. Jadi saya ng­gak masalah sih. Yang penting bersih toiletnya,” ujar seorang wisatawan, Deni, kemarin.

Baca Juga  SPBU di Bogor Kehabisan Stok

Sementara itu, salah seorang penjaga toilet umum SPBU yang enggan disebutkan na­manya mengaku sudah bukan rahasia umum jika fasilitas toilet umum di SPBU ber­bayar. ”Memang ada tarifnya, sudah lama kok,” katanya.

Adapun hasil uang tarif toi­let umum di SPBU itu diguna­kan untuk perbaikan dan menjaga kebersihan toilet. ”Kalau perbaikan seperti ada slot pintu, keran air bila ada yang rusak ya dari uang itu. Kalau ada lebihnya untuk beli makanan,” paparnya.

Seperti diketahui, Erick Thohir mengunggah video yang menunjukkan terjadinya pungutan di sebuah toilet di SPBU Pertamina di akun In­stagramnya pada Senin (22/11).

Dalam unggahannya itu, Erick nampak berbincang dengan penjaga toilet di se­buah SPBU. Ketika itu pen­jaga mengatakan bahwa untuk buang air kecil di SPBU dikenakan tarif Rp2.000 dan Rp4.000 untuk mandi.

Baca Juga  Pertamina: “RI Bisa Punya Cadangan BBM 60 Hari”

”Kalau yang mau pakai bayar Rp2.000 kalau kencing dan mandi Rp4.000. Kenapa nggak gratis ini? Kan ini fa­silitas umum,” tanya Erick kepada penjaga toilet di SPBU dalam video tersebut.

Di ujung video, Erick me­minta direksi Pertamina meng­gratiskan toilet di seluruh jaringan SPBU Pertamina.

”Kepada direksi Pertamina saya mengharapkan fasilitas umum seperti ini harusnya gratis. Karena kan sudah da­pat dari jualan bensin. Sudah gitu, ada juga toko kelontong. Jadi, masyarakat mestinya mendapatkan fasilitas tam­bahan,” katanya dalam video tersebut. (jal/c/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *