UMP DKI Jakarta Naik Rp37.749

by -

METROPOLITAN – Guber­nur DKI Jakarta, Anies Baswe­dan, resmi menetapkan besaran upah minimum 2022. Upah minimum di Provinsi DKI sebesar Rp4.453.935,536.

Anies mengatakan, besaran UMP ini berdasarkan keten­tuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cip­ta Kerja serta formula yang ada dalam Pasal 26 dan Pa­sal 27 Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang berlaku bagi pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari 1 ta­hun. ”Jadi sudah ditetapkan besaran Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta pada 2022 sebesar Rp4.453.935,536,” ujar Anies.

Diketahui, UMP 2021 sebe­sar Rp4.416.186,548. Hal ini berarti UMP 2022 mengalami kenaikan Rp37.749. Pemprov DKI disebut mewajibkan ke­pada para pengusaha meny­usun struktur dan skala upah di perusahaannya dengan memperhatikan kemam­puan perusahaan dan pro­duktivitas sebagai pedoman upah bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja satu tahun atau lebih.

Baca Juga  Fix! Upah Buruh di Kabupaten Bogor Nggak Jadi Naik

Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan menga­wasi dan memberikan sank­si administratif bagi pengu­saha yang tidak melakukan kewajiban tersebut. Selain menetapkan upah minimum, Pemprov DKI juga mene­rapkan berbagai kebijakan lainnya. Di antaranya mem­berikan bantuan layanan transportasi, penyediaan pangan dengan harga murah dan biaya personal pendi­dikan. (de/tob/suf/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *