Upah Minimum Cuma Naik Rp22 Ribu, Buruh Turun ke Jalan

by -

METROPOLITAN.id – Ratusan buruh di Jawa Timur (Jatim) turun ke jalan, Senin (22/11). Aksi unjuk rasa yang digelar di Gedung Negara Grahadi ini buntut dari kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang hajya sebesar 1,2 persen atau Rp 22.000.

Dikutip dari JawaPos.com, ratusan burun ini menggeruduk Gedung Negara Grahadi sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, iring-iringan motor mereka sempat dihentikan polisi.

Para buruh ini terlebih dulu berkumpul di Jalan Ahmad Yani Surabaya sejak pukul 12.00 WIB sebelum menuju Grahadi. Kemudian.

Setibanya di Grahadi, para buruh sempat terlibat cekcok dengan salah satu anggota polisi.

Mau gak oleh lewat (tadi gak boleh lewat), konco-konco yo sempet panas mau (teman-teman juga sempat emosi tadi),” kata salah satu peserta aksi soal cekcok itu seperti dikutip dari JawaPos.com, Senin (22/11).

Baca Juga  Buruh di Sukabumi Sepakat Mogok Massal

Selain cekcok dengan polisi, para buruh juga sempat bersitegang dengan pria yang tidak menggunakan atribut karena dianggap provokator.

“Kita tidak hanya mewakili kelompok, tapi (mewakili) buruh seluruh Jatim, jangan terprovokasi, kita adalah korban. Jangan dengarkan orang yang tidak memakai seragam FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia),” kata orator.

Setelah orator mengedalikan massa, cekcok tak terjadi lagi. Para buruh kemudian melanjutkan aksi untuk menuntut pemerintah meningkatkan nilai UMP.

“Kami marah karena UMP hanya naik 1,2 persen. Naik cuma Rp22 ribu!” teriak orator.

Mereka menuntut agar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menaikkan UMP 2022 yang sudah ditetapkan. Sebab, kenaikan sebesar 1,2 persen sama dengan hanya Rp500 per hari.

Baca Juga  Suami Ini Tega Tendang Istrinya

”Ini sama dengan menghina buruh Jatim, rumangsane (mereka kira) buruh Jatim gelem dikei (mau dikasih) Rp700, buat apa Rp700 itu. Ini merupakan kebijakan yang tidak bijak,” ucap orator. (JawaPos.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *