Wabup bakal Bentuk Tim Khusus Petani Milenial di Bogor

by -

METROPOLITAN – Wakil Bupati (Wabup) Bogor Iwan Setiawan menyambut baik program petani milenial dari Tim Sosialisasi Petani Mile­nial Provinsi Jawa Barat (Jabar). Sebagai tindak lanjut, ia akan segera membentuk tim khu­sus program petani milenial Kabupaten Bogor. Hal itu di­ungkapkannya saat membuka acara dan menerima langsung Tim Sosialisasi Petani Mile­nial Provinsi Jabar di Gedung Serbaguna 1 Setda Kabupaten Bogor, Kamis (18/11).

”Mudah-mudahan program yang diturunkan Pak Gubernur Jabar ke Kabupaten Bogor se­jalan dengan visi kami, karena program petani milenial ini sangat bagus, dan perlu dike­tahui bahwa di masa pandemi ini di saat seluruh kegiatan usaha minus, hanya sektor pertanian yang positif men­capai 16%,” tuturnya.

Menurut Iwan, peluang per­tanian di Kabupaten Bogor sangat besar karena kita punya wilayah yang luas alamnya juga bagus, tinggal bagai­mana mengelola dengan maksimal. Salah satunya dengan menyediakan lahan dan SDM petani yang berjiwa petani.

Baca Juga  Mentan: Mahasiswa Harus Jadi Bibit Petani Milenial

”Tentu saya sangat meny­ambut baik program ini. Kita akan bentuk tim khusus pro­gram petani milenial. Tim khusus ini harus segera di­bentuk supaya program ini berjalan baik. Tim khusus ini akan kami bentuk di bawah pimpinan asisten untuk me­nyukseskan program dari Jabar,” ungkap Iwan.

Ia mengaku meminta pe­rangkat daerah terkait be­kerja dengan kolaboratif, salah satunya Distanhorbun Kabupaten Bogor untuk se­gera memverifikasi lahan pertanian yang potensial apa­kah di wilayah Bogor Timur, Barat, maupun Selatan.

”Segera petakan agar peny­ediaan lahan pertanian se­suai dengan kebutuhan di lahan yang potensial. Di Ka­bupaten Bogor ini lahan Per­hutani cukup banyak bisa kita manfaatkan. Kalau pilih Perhutani kita bikin MoU, kerja samanya dengan Per­hutani berkaitan penggunaan lahan pertanian,” tegasnya.

Baca Juga  Himpunan Petani Milenial Minta Pemkab Bogor Jadikan Pertanian Prioritas Pemulihan Ekonomi

Selain menyediakan lahan, ia juga meminta kepada Dist­anhorbun menyediakan Sum­ber Daya Manusia (SDM) petaninya. Kebetulan bebe­rapa waktu lalu ia bersama Distanhorbun dan para camat telah melakukan bimtek pe­tani milenial.

”Segera lakukan sosialisasi kepada masyarakat kaitan rekruitmen SDM petani mi­lenial, melalui media sosial agar SDM yang terpilih juga memiliki kualitas baik maka lakukan juga dengan seleksi yang baik,” jelasnya.

Kemudian, Kepala Biro Pe­rekonomian Setda Provinsi Jabar Benny Bachtiar mene­rangkan bahwa program pe­tani milenial ini digagas pada awal masa pandemi Covid-19. Pada masa pandemi ini ter­nyata ada tiga sektor yang masih tumbuh yakni sektor digital, sektor pertanian, dan sektor kesehatan. Sehingga Gubernur Jabar Ridwan Kamil menginisiasi Program Petani Milenial agar generasi pe­tani muda bisa meneruskan para petani senior.

Baca Juga  Petani Milenial Bisa Jadi Motor Penggerak Pertanian

”Dari hasil kunjungan la­pangan bersama gubernur Jabar, ternyata banyak tanah milik Pemprov Jabar yang cukup luas ada sekitar 158 hektare tapi belum diman­faatkan dengan baik. Untuk itu, program petani milenial ini menjadi solusi untuk men­ciptakan sektor pertanian yang baik dan meningkatkan ke­sejahteraan petani terlebih di Jabar, termasuk Kabupaten Bogor. Terlebih di masa pan­demi Covid-19 seperti saat ini,” katanya.

Benny menambahkan, tu­juan Program Petani Mile­nial yaitu untuk memberikan kesejahteraan kepada petani, juga untuk meningkatkan daya beli masyarakat. ”Insya Allah petani sejahtera, daya beli masyarakat pun meningkat,” imbuhnya. (*/eka/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *