Wajib PCR hanya Berlaku Khusus Penumpang Pesawat Tujuan Jawa-Bali

by -

METROPOLITAN – Pe­merintah saat ini mewajibkan calon penumpang pesawat menyertakan dokumen hasil negatif Covid-19 melalui tes PCR. Kementerian Perhu­bungan (Kemenhub) mene­gaskan aturan wajib PCR hanya diperuntukkan bagi rute penerbangan Jawa- Bali.

“Kalau pesawat antarkota di luar Jawa-Bali juga boleh PCR atau antigen,” kata Juru Bicara Menteri Perhubungan Adita Irawati seperti dilansir JawaPos.com, Sabtu (30/10).

Adita mengatakan, untuk moda transportasi selain pesawat, yaitu kereta api jarak jauh maupun transportasi laut dan darat terdapat pili­han. Menyertakan hasil ne­gatid tes PCR atau tes antigen. “(Selain pesawat) bisa PCR atau antigen,” tuturnya.

Untuk diketahui, aturan wajib PCR khusus untuk pe­sawat rute penerbangan Jawa-Bali tertuang dalam Instruksi Mendagri (Inmen­dagri) Nomor 55 Tahun 2021 tentang Perubahan Instruk­si Mendagri Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masy­arakat Level 3, Level 2, dan Level 1 di Wilayah Jawa dan Bali.

Baca Juga  PCR dan Antigen tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan, Terminal Baranangsiang Tetap Terapkan Prokes

Menteri Dalam Negeri (Men­dagri) Tito Karnavian telah menandatangani aturan ter­sebut pada 27 Oktober 2021 lalu. Aturan itu menyatakan bahwa masa berlaku tes PCR selama 3×24 jam.

Hal ini berbeda dari aturan sebelumnya, yakni di Inme­ndagri Nomor 53, yang men­gatur masa berlaku tes PCR selama 2×24 jam saja.Semen­tara itu, perjalanan domestik jarak jauh di Jawa-Bali yang menggunakan mobil pri­badi, sepeda motor, bus, kapal laut dan kereta api hanya diminta menjukkan hasil tes swab antigen yang diambil pada H-1 sebelum keberangkatan. (jp/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.