Angka Pengangguran di Jabar Tertinggi Kedua, Menteri Teten Masduki: Tarik Lebih Banyak Investasi Masuk Demi Ciptakan Lapangan Kerja Baru

by -
Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki. (Ryan/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI Teten Masduki menyebut bahwa Provinsi Jawa Barat merupakan daerah nomor 2 tertinggi angka penganggurannya.

Sebab itu, ia menyebut bahwa semua daerah di Provinsi Jawa Barat, termasuk Kota Bogor, untuk lebih banyak menarik investasi masuk demi menciptakan lapangan kerja baru.

Apalagi, kata dia, perekonomian Indonesia mulai menggeliat pada kuartal ketiga tahun 2021 pasca Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga sudah mulai berangsur ek arah normal.

“Dengan berbagai stimulus pemerintah, banyak yang survive. Saya kira dalam waktu dekat ekonomi mulai rebound (pulih), tergantung sejauh mana kita mengatasi Covid. Jawa Barat ini memang nomor dua tertinggi penganggurannya, maka Jabar harus makin banyak investasi masuk demi menciptakan lapangan kerja baru,” kata Teten kepada Metropolitan.id di kawasan Bogor Nirwana Residence (BNR) Kota Bogor, Rabu (8/12).

Baca Juga  Sehari 337 Warga Bogor Positif Covid-19, Ini Kecamatan Penyumbang Kasus Terbanyak

Ia menambahkan, pemerintah ingin agar di sektor formalnya industri, hal itu bisa berkembang supaya penyerapan tenaga kerja semakin baik. Selain itu juga usaha-usaha mikro juga bisa berkurang karena terserap ke industri formal yang ia maksud.

“Karena kita sudah diberikan catatan Bank Dunia bahwa Indonesia harus segera menyiapkan lapangan kerja yang berkualitas lapangan kerja untuk kelas menengah, yaitu industri. Ini yang saya kira Jawa Barat menjadi daerah industri nasional, justru harus mengambil peran untuk pengurangan angka pengangguran,” jelas pria kelahiran 6 Mei 1963 itu.

Menurutnya, setiap tahun itu muncul sekitar 2 juta angkatan kerja baru di Indonesia. Sehingga apabila industri tidak tumbuh, maka akan semakin banyak usaha-usaha mandiri, usaha mikro dalam skala rumah tangga yang tidak produktif.

Baca Juga  Bendungan Cipayung Masih Terganjal Pembebasan Lahan

“Karena itu maka sektor industri harus tumbuh. Jabar harus banyak menarik investasi untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas,” tandasnya.

Buatnya, hal ini lah yang harus ditangkap oleh berbagai organisasi seperti Kamar Dagang Industri (Kadin) yang merupakan pelaku usaha langsung, untuk bisa menarik investasi.

Ia berharap upaya pendukung seperti soal buruh, lingkungan, perizinan dan lainnya, harus bisa dipermudah agar menarik investor masuk. Termasuk di Jawa Barat hingga Kota Bogor.

“Saya kira itu harus dipermudah, harus menjadi tujuan yang menarik untuk investor untuk masuk ke Jawa Barat,” tutupnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.