Antisipasi Wakil Rakyat Kota Bogor Colong Start Kampanye 2024, Atang: Kita Serahkan ke Lembaga Pemilu

by -
ATANG TRISNANTO, S.HUT. M.SI (KETUA DPRD KOTA BOGOR)

METROPOLITAN.id – Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto mengaku menyerahkan segala aturan terkait kepemiluan kepada lembaga pemilu di Kota Bogor.

 

Hal itu diungkapkan Atang saat ditanya antisipasi kemungkinan ada wakil rakyat di Kota Bogor yang melakukan colong start kampanye Pemilu 2024.

 

“Kampanye itu ada definisinya, menyampaikan program-program dan janji-janji politik serta memperkenalkan diri,” kata Atang.

 

“(Apabila ada temuan itu) Saya kira kita menganut saja kepada Undang-undang tersebut. Kita serahkan kepada lembaga terkait, kan yang mengatur soal kampanye ada KPU dan Bawaslu,” sambungnya.

 

Meski demikian, menurut Atang, selama para wakil rakyat hanya sebatas memasang foto di luar maupun di dalam ruangan dengan tujuan memberikan edukasi, ia menilai sah-sah saja. Karena, hal tersebut pun tidak dilarang sesuai Undang-undang Kepemiluan.

Baca Juga  Bisa Saja Honorer K2 Pendukung Prabowo Berubah Sikap

 

“(Kalau sekarang) yang terpenting kami di DPRD lebih fokus kepada bagaimana kinerja ini bisa terjaga dan konstelasi kita jalan, anggaran kita jalan dan pengawasan kita jalan. Jadi kita lebih fokus kepada itu,” imbuhnya.

 

“Saya kira kami di DPRD tidak ada mengurusi masalah demikian, yang kami ingin pastikan adalah bagaimana anggota hingga pimpinan dewan turun ke masyarakat memberikan advokasi, mengawasi program pembangunan, menyerap aspirasi masyarakat dan juga mengedukasi masyarakat terhadap program-program dari Pemerintah Kota Bogor,” ucap dia.

 

“Justru yang kita pertanyakan adalah kalau seandainya dewan tidak turun ke masyarakat, itu yang jadi masalah,” tandasnya.

 

Diketahui, saat ini baliho atau papan reklame bergambar tokoh politik kini semakin banyak terpampang di sejumlah daerah.

Baca Juga  Batalkan Pawai Obor, Kandaga Urang Sunda Isi Tahun Baru Islam 2022 dengan Dzikir Akbar Bumi Siliwangi

 

Meski tak secara gamblang, namun baliho tokoh politik disebut sebagai calon peserta pada Pemilu 2024 mendatang.

 

Pasalnya, dalam baliho yang terpampang itu ada nuansa pencalonan dengan menyantumkan angka 2024, yang menunjukkan tahun kontestasi politik Pemilihan Umum atau Pemilu Nasional baik Pemilihan Legislatif dan Presiden.

 

Seperti yang terpampang di sejumlah ruas jalan di wilayah Bogor. Mulai dari ketua parpol hingga wakil rakyat terpampang menghiasi jalanan protokol Kota Hujan.

 

Namun, kemunculan iklan politikus jelang Pemilu 2024 di masa pandemi saat ini menuai kritik dari warga yang merasa dirinya kesusahan.

 

“Harusnya mereka jangan iklan dulu, pakai saja dana iklannya itu untuk membantu masyarakat yang hari ini kesusahan karena Covid,” kata pendiri Komunitas GENF, Brahmansyah.

Baca Juga  KPU Bogor Tolak Tes Narkoba Dadakan

 

Menurut Bram, saat ini para pejabat itu lebih baik fokus kepada pengerahan serta tugas pokok, fungsi serta tanggung jawab para Legislatif dan Eksekutif. Lalu, apabila mereka para pejabat memiliki dana lebih Bram menyinggung jangan pasang iklan-iklan politik.

 

“Bersabar lah dulu kalo mau kampanye, buktikan aja dulu periode menjabat saat ini, masih layak tidak dipilih kembali nanti Pemilu,” ucapnya.

 

Bram menambahkan saat ini rakyat butuh kinerja nyata para pejabat, ketimbang wara wiri di bilboard. Karena, rakyat hanya butuh solusi nyata dan langkah cepat dalam pemulihan ekonomi yang juga belum terasa.

 

“Jadi jangan lagi kepentingan pribadi membuat masyarakat malah tidak simpatik pada orang politik,” tandas Bram. (rez)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.