Awasi Pendanaan Terorisme dan Radikalisme melalui Kotak Amal, MUI Kabupaten Bogor Terbitkan Ijtimak Ulama

by -
Bupati Bogor Ade Yasin

METROPOLITAN – Mence­gah adanya penggalangan dana untuk mendukung ger­akan-gerakan radikal melalui kotak amal, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor menerbitkan Ijtimak Ulama untuk mendorong Pe­merintah Kabupaten (Pemkab) Bogor agar mengawasi secara ketat peredaran kotak amal.

Apalagi pengumpulan dana banyak ditemukan secara mas­sif dan banyak di tempat iba­dah, outlet, supermarket, ba­hkan diminta secara langsung.

“Jadi memang ini harus kita awasi, kotak amal itu dari mana dan untuk siapa itu ha­rus jelas. Kotak amal ini kan banyak, dan khawatir itu di­gunakan untuk gerakan radi­kalisme. Jadi harus lebih se­lektif menerima atau meny­umbangkan ke kotak amal,” kata Bupati Ade Yasin.“Kami meminta semua aparat di ba­wah, RT, RW, Desa, dan Keca­matan untuk ikut mengawasi hal ini,” sambungnya.

Baca Juga  Peringatan Maulid Nabi Diundur, Ini Alasan DKM Masjid Raya

Selain kotak amal, Ade Yasin meminta agar kepala desa, MUI desa serta kecamatan itu mengawasi pendirian pondok pesantren. Hal itu untuk mengantisipasi berkembang paham-paham radikal di Ka­bupaten Bogor.

“Di kita itu ada pokja pontren dan mereka yang melakukan pengawasan termasuk mela­kukan inventarisir alirannya, khawatir kan ada paham syiah yang masuk ke Kabupaten Bogor,” paparnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Bogor KH Mukri Aji menjelaskannya, penga­wasan kotak amal merupakan langkah yang harus dilakukan. Sebab, pihaknya menilai ge­rakan radikalisme dan teror­isme banyak dilahirkan mela­lui pengumpulan dana terse­but.

“Karena radikalisme itu lewat situ. Lewat gaya-gaya sedekah. Dan ini sudah terjadi di bebe­rapa wilayah di Indonesia, maka dari itu kami ingin men­cegah,” jelasnya.

Baca Juga  KLHK Aktif Dorong Produsen Kurangi Sampah Kemasan

Menurutnya, potensi lahirnya gerakan radikalisme berkedok sumbangan kotak amal itu semakin besar. Karena Kabu­paten Bogor merupakan dae­rah penyangga Ibu Kota yang dimana menjadi satu wilayah transaksi yang cukup besar.

“Semua permainan ada di sini (Kabupaten Bogor, red). Makanya kami lakukan de­teksi dini, jangan sampai ke­colongan seperi daerah lain. Harus lebih cepat,” ungkapnya. (mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.