Bangun SMK Berkualitas, Dirjen Vokasi Libatkan Industri

by -
Direktur Jenderal pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto memberikan sambutan dalam acara penandatanganan nota kesepahaman Kemendikbud dengan kawasan ekonomi khusus (KEK) Singhasari di Malang, Sabtu (10/10/2020). Foto Ajeng Jasita Ingtyas/nusadaily.com

METROPOLITAN – Kemen­terian Pendidikan, Kebuday­aan, Riset dan Teknologi (Ke­mendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi menghadirkan terobo­san baru untuk membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berkualitas. Kemendik­budristek pun intensif meli­batkan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dalam Program Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK) 2022.

Direktorat Jenderal Pendi­dikan Vokasi Kemendikbud­ristek kembali menyeleng­garakan Program SMK PK untuk periode 2022 yang sudah berjalan sejak 2020. Tahun ini, Kemendikbudristek memperkenalkan sebuah terobosan yaitu skema pema­danan dukungan yang meli­batkan DUDI secara intensif. Tujuannya meningkatkan kolaborasi yang terukur nya­ta dengan dunia kerja dalam membangun SMK berkualitas sangat baik, sehingga men­jadi mercusuar kinerja dan pusat belajar SMK lain.

Pada SMK PK 2022, SMK yang akan dan atau telah mengikuti program akan mendapatkan dukungan dana dari DUDI, ditambah dana pemadanan dari Kemen­dikbudristek. Dalam program ini, industri akan memiliki sense of belonging terhadap SMK serta memberikan ma­sukan-masukan yang signifi­kan bagi pengembangan SMK karena mereka menggelon­torkan dana yang cukup sig­nifikan.

Baca Juga  Dirjen Vokasi Optimalkan Kemampuan Digital

“Kami akan benar-benar mencari industri dan meny­elenggarakan sesi mengundang industri untuk meyakinkan mereka terhadap SMK PK yang kami tawarkan, baik yang su­dah ada dan baru, kualitas serta link and match dengan industrinya sudah bagus,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, dalam keterangannya, Senin (27/12).

SMK PK bertujuan mengimplementasikan peng­embangan SMK dengan pro­gram keahlian tertentu agar memiliki peningkatan kuali­tas dan kinerja, diperkuat kemitraan dan penyelarasan dengan DUDI serta menjadi SMK rujukan yang memiliki semangat pengimbasan, pu­sat peningkatan kualitas dan kinerja SMK lain.

Program ini difokuskan pada keahlian yang mendu­kung sektor industri dengan tren pertumbuhan positif sehingga berpotensi tinggi di masa depan. Keahlian terse­but adalah ekonomi kreatif, pariwisata, kesehatan dan pekerja sosial, kemaritiman, energi dan pertambangan, agribisnis dan agroteknologi, teknologi manufaktur dan rekayasa, teknologi konstruk­si dan properti serta tekno­logi informasi.

Baca Juga  Konsep Link and Match Perkuat Daya Saing Lulusan Vokasi

“Kami akan mengarahkan industri untuk memberikan dukungan yang lebih konkret, tidak hanya paket link and match 8+i, tetapi industri mau berkontribusi memberikan anggaran pada pengampu SMK PK” kata Dirjen Wikan.

Sesuai sifat alami SMK, maka kolaborasi dengan DUDI adalah sebuah kenis­cayaan. Untuk membangun kemitraan yang efektif, dip­erlukan asas saling memberi antara SMK dengan DUDI yang harus dilaksanakan se­cara bersama-sama. Untuk membangun kemitraan yang efektif, maka SMK harus membangun kepercayaan dengan dunia usaha dunia industri. Agar industri mau terlibat dalam proses bisnis di SMK, maka SMK wajib mengoptimalkan semua po­tensi yang dimiliki untuk membangun kepercayaan DUDI.

“Pihak SMK harus menunjuk­kan atribut-atribut positif yang dimiliki, seperti komitmen, kualitas layanan, budaya di SMK, kepala SMK harus mampu menunjukkan lead­ership yang kuat, dan berba­gai portofolio yang dimiliki oleh SMK,” ujar Plt Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia In­dustri, Saryadi.

Baca Juga  Pendidikan Tinggi Vokasi Didorong Ciptakan Entrepreneur

Program SMK Pusat Keung­gulan telah berjalan sejak 2020. Hingga 2021, jumlah SMK yang mengikuti program ini telah mencapai 901 sekolah. Ke­mendikbudristek membuka pendaftaran kepada SMK-SMK di seluruh Indonesia untuk mengikuti Program SMK PK 2022 sejak 23 Desember 2021 hingga 14 Januari 2022. Ke­mendikbudristek berharap terdapat ratusan SMK baru mengikuti program ini di ta­hun 2022.

“Kami telah melakukan ana­lisis pada capaian dan ki­nerja peserta SMK PK 2021. Kemudian dari hasil evalua­si, kami kategorikan menjadi empat tahap. Masih ada yang berada di tahap satu dan dua, tetapi jumlahnya sangat se­dikit. Sedangkan yang paling mendominasi ada di tahap tiga dan empat, ini cukup menggembirakan. Kalau su­dah di tahap empat, kami targetkan teaching factory sudah bisa mengimbas ke SMK lain, dan link and match sudah lengkap,” tutur Wikan. (jp/feb/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *