Berani Pakai Baju Daur Ulang Sampah ke Mal? Bisa Dapat Hadiah Dari Bupati Loh

by -

METROPOLITAN.id – Bupati Bogor Ade Yasin mengaku akan memberikan hadiah bagi masyarakat yang berani dan mau menjadi duta recycle (daur ulang) sampah Kabupaten Bogor. Ia juga menantang warganya untuk berani memakai baju daur ulang saat ke mal.

Pernyataan itu diungkapkan Ade Yasin saat acara Bogor Kabupatenku Green and Clean di Gedung Tegar Beriman, Jumat (17/12).

“Kalau ada yang berani pakai baju daur ulang sampah ke mal, akan saya kasih hadiah, bahkan bisa jadi duta recycle sampah Kabupaten Bogor, saya akan kasih hadiah. Pasti jadi pusat perhatian, saya kira itu layak diberikan penghargaan. Bisa kirim bukti fotonya ke saya nanti,” ujar Ade Yasin.

Menurutnya, sampah bisa didaur ulang sedemikian rupa dan menghasilkan berbagai kerajinan. Ade Yasin mengungkapkan pernah melihat ada karpet yang terbuat dari sampah bekas kopi.

Baca Juga  Kabar Duka, Ibu Mertua Bupati Sukabumi Tutup Usia

Baginya, karpet tersebut sangat berkesan karena cukup bagus, sangat unik dan indah. Padahal, karpet tersebut terbuat dari sampah yang kemudian didaur ulang.

“Saya kira jangan setengah-setengah berkarya, harus total bagaimana sesuatu yang tidak berguna jadi karya yang indah. Terima kasih peserta yang hadir hari ini, pakaiannya sangat unik, ada yang dari tutup botol dan lainnya. Di masa pandemi ini masih banyak yang bisa dikreasikan dengan barang-barang bekas,” ungkapnya.

Acara ini sekaligus menjadi momen penganugerahan kepada seluruh lapisan masyarakat yang secara mandiri dan berkelanjutan ikut memperjuangkan lingkungan hidup.

Bupati Bogor tak mau lagi Kabupaten Bogor jadi Kabupaten darurat sampah. Pada tahun 2019, ia pernah menyatakan status darurat sampah di Bumi Tegar Beriman.

Baca Juga  Pamit Pergi Memancing, Pria 31 Tahun Malah Ditemukan Meninggal

“Tapi Alhamdulilah tahun 2020 sudah tidak ada sampah yang numpuk di jalan-jalan protokol, mulai dari ujung timur hingga barat sekarang sudah tidak ada (sampah),” katanya.

Ade Yasin menjelaskan, perlu adanya kolaborasi dengan seluruh pihak untuk mengatasi persoalan lingkungan hidup, khususnya masalah sampah.

Misalnya, pelaku UMKM dan KRL harus bersinergi dan bisa mengkolaborasikan keduanya karena banyak penggiat KRL juga merupakan penggiat UMKM.

Saat ini, banyak juya perusahaan yang peduli lingkungan. Banyak CSR yang bisa diprogramkan untuk kegiatan lingkungan.

“Saya intruksikan kepada para camat agar minimal bisa mengoptimalkan 1 desa jadi KRL untuk menangani sampah dari sumbernya. Kita terus menjaga lingkungan, kita jaga alam, alam jaga kita,” tandas ade yasin. (fin)

Baca Juga  Bima Arya Bikin Tren Nongkrong Anak Muda Bogor, Ngumpul, Ngobrol, Ngopi di Perpus Milenial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *