Bima Arya Buru Pengusaha Rokok Nakal

by -

METROPOLITAN.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya meminta jajarannya rajin melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) untuk memburu pengusaha rokok nakal yang nekat memasang iklan berupa atribut dan spanduk produk rokok di warung-warung kelontong yang ada di wilayahnya.

 

Musababnya, berdasarkan hasil Sidak yang dilakukan Bima Arya ke sejumlah warung-warung yang ada di pemukiman warga pada Senin (6/12), masih banyak atribut-atribut iklan rokok yang terpasang.

 

“Saya tadi menemukan hal-hal baru, pertama di mini market atau toko modern lebih patuh, seperti sudah ditutup display rokoknya (menggunakan kain dan sebagainya),” kata Bima Arya di Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Senin (6/12).

 

“Tetapi di warung-warung pemukiman masih agak kacau, belum ditutup bahkan banyak atribut-atribut yang masih dipasang,” sambungnya.

Baca Juga  Bima Arya Siap Buka Dialog dengan Pendemo Bebaskan Habib Rizieq

 

Sementara, dijelaskan Bima Arya, dari hasil permintaan keterangan, para penjaga warung menyebut iklan rokok ini ditempel atau dipasang langsung para pengusaha rokok.

 

Untuk itu, ia menilai kegiatan Sidak seperti ini penting dilakukan, sekaligus jadi ajang memberikan pemahaman bagi warga bahwa pemasangan iklan rokok di Kota Bogor sudah dilarang sesuai Perda Nomor 10 tahun 2018 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

 

“Makanya pentingnya sidak ini bukan hanya untuk membuat warga paham, tetapi kita membaca strategi produsen yang selalu ada saja akalnya,” ucap dia.

 

“Sampai sekarang masih mencoba masuk mereka melalui event-event dengan menggunakna yayasan, begitu ditelisik ternyata rokok. Jadi harus betul-betul kita sering turun kelapangan dan berkolaboratif,” ujarnya.

Baca Juga  Tekan Harga Kebutuhan Pokok, Kota Bogor Bakal Gelar Bazar Murah di Setiap Pasar

 

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan pemusnahan barang bukti berupa atribut dan spanduk iklan produk rokok yang terpanjang di sejumlah warung, ritel dan sepanjang jalanan yang ada di wilayah Kota Bogor.

 

Pemusnahan dilaksanakan di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor pada Senin (6/12).

 

Ketua Satgas Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Sri Nowo Retno mengatakan, sidak KTR ditempat penjualan maupun pemasangan atribut dan spanduk baik itu iklan promosi dan sponsor produk rokok sudah dilakukan di 68 kelurahan sejak tanggal 1 November hingga 17 Desember.

 

“Sampai hari ini kita sudah mendapatkan hasil dari sidak KTR sebanyak lebih dari 500 barbuk berupa spanduk-spanduk, atribut iklan rokok yang ditemukan di tempat-tempat penjualan mulai dari toko, retail sampai warung sekitar pemukiman. Ada juga spanduk yang ditemukan dijalanan,” kata Retno.

Baca Juga  Hadiri Haul Guru Tua, Ketum Ryano Terinspirasi Perjuangan Habib Idrus

 

Menurutnya, pemusnahan ini merupakan simbol bahwa Pemkot Bogor terus berkomitmen dan konsisten dalam menegakan KTR dan juga melindungi generasi muda khususnya remaja dan anak-anak supaya tidak menjadi perokok pemula.

 

“Karena dari hasil survey ternyata anak-anak dan remaja ini menjadi perokok pemula berawal dari melihat spanduk maupun iklan dan display rokok,” ucap Retno. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.