Bima Arya Minta Warga Tidak Berlebihan Rayakan Libur Akhir Tahun

by -

METROPOLITAN.id – Wali Kota Bogor, Bima Arya meminta warga agar tidak berlebihan dalam merayakan libur akhir tahun 2021.

 

Permintaan ini disampaikan menyusul rencana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 secara serentak jelang musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Indonesia resmi dibatalkan.

 

“Kami mengapresiasi keputusan itu (pembatalan penerapan PPKM Level 3), karena kalau itu terjadi akan memukul ekonomi, saya mewakili banyak sekali aspirasi dari Pemkot se-indonesia dan pelaku usaha,” kata Bima Arya kepada wartawan di gedung Puribegawan, Kecamatan Bogor Timur, Jumat (10/12).

 

Meski demikian, menurut Bima Arya, pihaknya dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, tidak serta merta akan melonggarkan aturan pada libur akhir tahun nanti.

 

Pihaknya tetap akan memperketat aturan untuk menekan mobilisasi pada libur akhir tahun nanti.

 

“Tetap mobilisasi harus kita perketat, harus ingatkan kepada warga untuk tidak berlebihan dalam merayakan akhir tahun,” ucap Bima Arya.

Baca Juga  Nama GKI Pengadilan Bogor Barat Belum Fiks

 

“Dan kita (juga) harus cermati tiap hari data-data penambahan kasusnya (Covid-19), naik dikit kita harus melakukan antisipasi,” ujarnya.

 

Diketahui, dalam satu pekan terakhir Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor mencatat nol kasus dan tinggal 13 orang pasien dirawat.

 

Berdasarkan laporan Satgas Covid-19, Kota Bogor pada Jumat (10/12) tercatat nol kasus penambahan kasus baru, empat kasus sembuh dan nol kasus pasien Covid-19 positif meninggal.

 

Rabu (8/12/2021) tercatat nol penambahan kasus serta 2 orang dilaporkan pasien telah sembuh dan nol kasus pasien covid-19 meninggal.

 

Dengan demikian, akumulasi kasus positif Covid-19 selama pandemi 37.671 kasus dengan rincian 13 pasien masih dalam perawatan, 37.131 pasien telah dinyatakan sembuh dan 527 pasien meninggal.

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno membenarkan, jika saat ini kasus Covid-19 di Kota Bogor terus melandai.

Baca Juga  Jelang Nataru, Pemeriksaan Bus di Terminal Baranangsiang Bogor Diperketat

 

Bahkan pada Selasa 7 Desember 2021 sebanyak 23 pasien Covid-19 dinyatakan sembuh.

 

“Alhamdulillah kasus Covid-19 di Kota Bogor terus melandai. Satu Minggu ini kasus kita 0 (kasus),” kata Retno, Jumat (10/12).

 

Kendati kasus Covid-19 terus melandai, Satgas Covid-19 Kota Bogor terus melakukan berbagai upaya untuk tetap menekan bertambahnya kasus Covid-19. Terlebih pada momen libur Nataru mendatang.

 

“Walau kasus Covid-19 terus landai, tapi kami tetap harus waspada. Apalagi di momen Nataru nanti,” ucap dia.

 

Retno yang juga menjabat sebagai juru bicara Satgas Covid-19 Kota Bogor memastikan seluruh unsur Forkompinda, TNI, Polri bahu membahu mensosialisasikan protokol kesehata dan mengencarkan vaksinasi.

 

“Cara pencegahan kasus naik hanya disiplin menerapkan prokes dan vaksinasi. Kami pun mengapresiasi kinerja Polri-TNI dengan mencanangkan vaksin dan sosialisasi di pasar dan lokasi wisata,” imbuhnya.

Baca Juga  Petani Bogor ngomel-ngomel Depan Wali Kota

 

Dirinya menambahkan, hal berbeda terjadi pada pertengahan tahun 2021, jumlah kasus harian saat itu mencapai 600 hingga 700 perhari.

 

Bed occupancy ratio (BOR) saat itu juga penuh mencapai 90 persen.

 

“Begitu sulitnya kita merujuk pasien ke rs, krisis oksigen dimana-mana, kondisi itu sangat memprihatinkan kita semua. Dan tentu kita tidak ingin kondisi itu terjadi kembali,” imbuhnya.

 

“Jumlah tenaga kesehatan yang terpapar covid sekitar 460 orang,” sambungnya.

 

Dengan turunnya kasus Covid-19 di Kota Bogor diharapkan adanya pemulihan dari sisi ekonomi dan terpenting, lanjut Retno, masyarakat saat beraktivitas merasa nyaman dengan patuh prokes.

 

“Intinya walaupun kasus Covid-19 menurun, protokol kesehatan tetap harus diterapkan. Karena itu adalah salah satu cara untuk menekan potensi penyebaran Covid-19,” tandasnya. (rez) 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.