Cegah Prilaku Menyimpang di Ponpes, MUI Dorong Ada Pengawasan Secara Maksimal

by -
Ketua Bidang Pendidikan MUI Kabupaten Bogor Gus Udin

METROPOLITAN.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, mendorong pengawasan secara maksimal di lingkungan pondok pesantren (Ponpes) dari perilaku terlarang. Hal itu seiring dengan terjadinya kasus asusila terhadap 12 santriwati di Bandung.

Ketua Bidang Pendidikan MUI Kabupaten Bogor, Saepudin Muhtar mengatakan, jumlah Ponpes di Kabupaten Bogor ini cukup banyak sehingga memang perlu ada pengawasan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti paham radikalisme atau adanya tindakan asusila seperti yang belum lama ini terjadi di Bandung.

“Harapannya pengawasan pondok pesantren khususnya di Kabupaten Bogor berjalan maksimal, terlebih kita sekarang sudah punya Pokja Pontren (kelompok kerja pondok pesantren),” kata pria yang akrab disapa Gus Udin itu.

Baca Juga  Fun Adventure 2019 Jadi Ajang Promosi Wisata Sukabumi

Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor itu meminta Pokja Pontren menyusun strategi khusus dalam mengantisipasi setiap hal buruk di lingkungan pondok pesantren.

“MUI mengecam tindakan asusila terhadap santriwati di Bandung. Semoga tidak ada lagi kasus-kasus seperti itu,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Pontren Kabupaten Bogor, KH Ujang Farhan mengaku segera menginstruksikan kepada seluruh pengelola ponpes agar masing-masing memeriksa kembali izin operasionalnya, sebagai langkah awal pengawasan.

“Pokja Pontren meminta seluruh pesantren-pesantren yang ada, dicek ulang izin operasionalnya, apalagi yang belum ada izin, terutama memeriksa kurikulumnya,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa dari ribuan pondok pesantren di Kabupaten Bogor, kini tercatat baru ada sebanyak 1.750 pesantren yang mengantongi izin operasional dari Kementerian Agama (Kemenag).

Baca Juga  Jelang Paskah, Gereja di Bogor Dijaga Ketat Polisi

Para pengurus Pokja Pontren Kabupaten Bogor dilantik oleh Bupati Bogor Ade Yasin pada 8 Desember 2021 untuk masa bakti 2021-2026.

Saat itu, Ade Yasin menegaskan bahwa Pokja Ponter bertugas dalam pembinaan pondok pesantren yang menjadi sumber harapan untuk menyelamatkan akhlak dan akidah umat muslim khususnya untuk generasi muda.(*/mam)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.