Dewan Ontrog Kantor Dishub Kota Bogor, Jam Operasional KIR Disoal

by -

Komisi II DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Jalan Raya Tajur, Kota Bogor, Senin (13/12) siang.

KEDATANGAN wakil ra­kyat yang membidangi per­ekonomian dan keuangan itu untuk memastikan jalannya pelayanan uji kendaraan ber­motor (Uji KIR) dan retribusi KIR yang menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Dae­rah (PAD) Kota Bogor. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy.

”Kami ke Dishub, bagian KIR, karena ada sumber PAD dari retribusi. Tapi, kami juga ingin memastikan bahwa pengguna jasa di sini yang KIR, mulai dari proses tahapan sampai selesai seperti apa. Jangan sampai ada kendala,” katanya.

Baca Juga  Dishub Sosialisasikan Peremajaan

Dari hasil sidak, sambung dia, situasi pelayanan uji KIR berjalan dengan baik dan tertib serta ditunjang perala­tan uji yang memadai. Hanya saja seharusnya lebih bisa dioptimalkan dari sisi jam operasional pelayanan uji KIR.

”Tadi sudah kami lihat, ha­nya saja situasinya saat ini operasional mungkin tidak terlalu banyak. Tapi saya kira waktu operasional bisa diop­timalkan, jadi bahasa jam 2 (siang), walaupun di sana tatanan ada, paling tidak ha­rusnya open (buka,red) saja,” tegas politisi Golkar itu.

Berkenaan dengan retri­busi uji KIR, tambah Rusli, pihaknya juga mencoba mela­kukan pengecekan. Di anta­ranya seperti tarif untuk ken­daraan kecil diketahui sebe­sar Rp75.000. Bahkan, pihaknya memastikan bahwa prosesnya tidak melalui tangan ke tangan.

Baca Juga  Hari Ini Truk Boleh Masuk Puncak

Mengenai gedung pelayanan uji KIR, Rusli mengakui Dishub Kota Bogor saat ini masih menggunakan aset milik Pe­merintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, yakni kantor ek­sisting di Jalan Tajur, Kota Bogor.

”Dengan situasi gedung yang masih bagian dari aset pemprov ini tentunya harus ada komunikasi tindak lanjut demi upaya memaksimalkan kinerja. Kedua, pelayanan karena ini jantungnya trans­portasi. Kami akan coba tindak lanjuti dan perdalam karena ini sangat penting,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bogor, Islahudin, men­gatakan, kedatangan Komisi II ini untuk melihat meka­nisme ataupun hasil pengujian KIR yang dilakukan Dishub. Hasil peninjauan anggota DPRD, baik dari emisi ter­masuk efisiensi rem dan se­galanya, sudah mengetahui persis bagaimana kendaraan yang tidak mencapai atau melewati ambang batas tidak akan diluluskan ujinya.

Baca Juga  Dishub Tambah Empat Kamera Pengintai

”Lalu mereka memperta­nyakan solusinya. Solusinya, kalau untuk kendaraan yang tidak lulus atau melewati ambang batas yang ditentu­kan pemerintah, kami ujinya tidak kita luluskan tapi me­reka persyaratkan untuk memperbaiki kekurangannya dan akan diujikan kembali,” paparnya.

Selain Rusli Prihatevy, hadir pula anggota DPRD Komisi I lainnya, seperti Wakil Ketua Komisi II Angga Alan Sura­wijaya beserta anggota Muaz HD, Mahpudi Ismail, Ade Askiah, Ujang Sugandi, Siti Maesaroh, Mulyadi, Ahmad Aswandi dan Safrudin Bima. (ryn/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.