Dibenahi Rp30 M, Jalan Surken Bogor Jadi Sejajar Dengan Trotoar, Bikin Bahaya?

by -
Kondisi Jalan Suryakencana yang mendapat sentuhan penataan dari dana pinjaman PEN sebesar Rp30 miliar. (Fadli/Metropolitan)

METROPOLITAN.id – Di sisa akhir tahun 2021 yang tinggal menghitung hari, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengebut pekerjaan penataan kawasan Suryakencana, yang dibiayai dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah pusat sebesar Rp30 miliar.

Namun pekerjaan tersebut bukan tanpa cela. Sebab, kondisi Jalan Suryakencana yang sedianya lebih rendah dibandingkan pedestriannya, kini terlihat sejajar setelah mendapat sentuhan pembangunan.

Di beberapa titik bahkan jalan utama lebih tinggi ketimbang trotoar, sehingga tingkat keamanannya pun dipertanyakan.

Salah satu warga Jalan Roda, Babakanpasar, Dodi, mengaku sejak awal pembangunam hingga saat ini, seringkali was-was saat melintasi jalan utama Suryakencana yang baru dibangun dan kini terlihat sejajar dengan trotoar di sebagian besar titik.

Baca Juga  Ada Perbedaan Dibanding Tahun Lalu, Catat Nih Tanggal dan Syarat Jalur Zonasi PPDB 2021 di Kota Bogor

Apalagi, kata dia, belakangan Kota Bogor sering dilanda hujan deras. Alhasil, jalan terasa lebih licin.

“Ada beberapa pengendara yang pernah tergelincir, mungkin licin saat hujan. Ya kadang takut juga kalau (jalan utama) sejajar sama trotoar, mungkin harus dipasang pengaman kalau jadinya mau sejajar gitu,” katanya.

Hal itu pun mendapat respons dari Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. Menurutnya, ada beberapa hal teknis yang harus dikoreksi dalam pembangunan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor itu. Salah satunya ditengarai karena dikejar tenggat waktu pengerjaan.

Terkait ketinggian jalan raya dengan trotoar, ia mengaku ada rencana untuk memasang item pengaman seperti bollard.

Baca Juga  Nggak Cuma di Surken, Angkot Bogor juga Pernah Terbakar di Gunungbatu dan Cimahpar

“Ada beberapa hal teknis yang harus dikoreksi sejak awal, namun permasalahan waktu yang mengakibatkan terjadi titik-titik yang kurang sinkron. Yang nantinya harus disesuaikan,” katanya kepada wartawan, Rabu (8/12).

“Salah satunya dengan bollard (semacam tiang kecil untuk pembatas, red). Rencana kita pasang bollard pengaman pejalan kaki di beberapa titik,” imbuh Dedie.

Beberapa waktu sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah, sempat melakukan inspeksi men­dadak (sidak) ke lokasi pembangunan bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi, camat Bogor Tengah dan lurah Babakanpasar hingga pimpinan pihak ke­tiga PT Tri Manunggal Karya, TB Nasrul, Sabtu (23/10).

Hasilnya, saat ada sisa waktu se­kitar dua bulan, peker­jaan molor dan deviasi keterlam­batan 11 persen dari target.

Baca Juga  Pesan Ade Sarip Buat Majelis Pembimbing dan Pimpinan Saka Widya Budaya Bakti Cabang Bogor

“Intinya harus ada mobi­lisasi tenaga kerja, karena ada beberapa pekerjaan yang belum dikerjakan. Ini masih ada deviasi keterlambatan dari proses pembangunan sekitar 11 persen,” jelas Sya­rifah. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.