DPRD Sanksi Progres Pembangunan Proyek Pasar Tanahbaru Bogor, Dedie A Rachim: Telat, Kontraktor Didenda

by -
METROPOLITAN.id – Anggota Komisi 3 DPRD Kota Bogor, Pepen Firdaus menyangsikan progres pembangunan proyek Pasar Tanahbaru yang disebut telah mencapai 80 persen.
Pasalnya, wakil rakyat dari Partai Gerindra itu menilai progres pembangunan yang menghabiskan anggaran senilai Rp4,3 itu kondisinya masih sama saat Komisi 3 DPRD Kota Bogor melakukan sidak ke Pasar Tanahbaru pada Kamis (18/11) lalu.
“Gak sepakat. 80 persen tuh kalau udah di pasang keramik,” katanya kepada wartawan, Minggu (19/12).
Menanggapi itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim meminta pihak kontraktor dapat memaksimalkan waktu sisa pengerjaan pembangunan Pasar Tanahbaru hingga Minggu (26/12) nanti.
Sebab, dikatakannya, yang namanya keterlambatan pengerjaan pembangunan, tentunya konsekuensi yang akan diterima kontraktor adalah dikenakan sanksi berupa denda hingga pengerjaan selesai.
“Kita pahami namanya pekerjaan fisik itu kan banyak aspek, ada aspek cuaca, faktor-faktor droping anggaran Pusat maupun Provinsi yang terlambat,” kata Dedie A Rachim. 
 
“Tidak sepenuhnya harus disalahkan, melainkan bagaimana kita memanage diujung pekerjaan ini mereka tetap optimis dan kita juga dorong, Insya Allah lah,” sambungnya. 
“Dendanya permil dan ada hitungannya, bukan merugikan tapi mereka harus bertanggungjawab, setelah beres ada masa pemeliharaan baru serah terima pekerjaan setelah masa pemeliharaan selesai,” ujar Dedie A Rachim saat ditanya denda yang dimaksud.
 
Sebelumnya, proyek pembangunan Pasar Tanahbaru yang berlokasi di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor menuai pertanyaan dari wakil rakyat di Kota Hujan.
Musababnya, progres pembangunan pasar yang dibangun melalui dana bantuan Tugas Pembantuan (TP) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) senilai Rp3,4 miliar itu dinilai lamban.
“Kalau melihat secara kasat mata bentuk bangunan pasar dari jalan itu saya pikir baru 60 persen,” kata anggota Komisi 3 DPRD Kota Bogor, Pepen Firdaus, Kamis (16/12).
“Bulan lalu Komisi 3 sidak (kesana) penampakan depan bangunan itu masih gitu-gitu aja, belum ada perubahan,” sambungnya.
Untuk itu, ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar mewarning pihak kontraktor untuk mempercepat pengerjaan proyek pembangunan yang menghabiskan anggaran sebesar Rp3,4 miliar dari dana APBN tersebut.
Apalagi, deadline pembangunan Pasar Tanahbaru ini harus selesai pada Minggu (26/12) nanti.
“Minimal ada upaya lain yang dilakukan agar pas jatuh tempo nanti pembangunan Pasar Tanahbaru ini benar-benar selesai dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak,” ujarnya.
Menanggapi itu, Direk­tur Operasional Perumda PPJ Kota Bogor, Deni Aribowo menuturkan, sebenarnya progres pembangunan Pasar Tanahbaru ini sudah mencapai 80 persen.
Bahkan, untuk saat ini pengerjaan hanya menyisakan finishing untuk pembangunan khusus gedung pasarnya.
“Kurang lebih 80 persenan. Tinggal finishing untuk yang gedung pasarnya saja,” kata Deni kepada wartawan, Kamis (16/12).
Meski demikian, dirinya juga sudah meminta pihak kontraktor untuk mengambil langkah cepat agar proses pembangunan bisa selesai tepat waktu yang sudah ditentukan.
“Berdasarkan informasi terakhir, dari PPK Perdagin sudah mengintruksikan untuk menambah tenaga kerja agar bisa selesai sebelum tanggal 26,” tandasnya. (rez) 

Baca Juga  Tabur Bunga di TKP Tewasnya Pelajar Bogor, PPP Muda Bogor Utara Sampaikan Kritik buat Pemkot

Leave a Reply

Your email address will not be published.