Garap Revisi Perubahan RPJMD Kota Bogor 2021-2024, DPRD Bentuk Pansus

by -
Dok. Prokompim Kota Bogor

METROPOLITAN.id – Kota Bogor tengah menggarap Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024.

DPRD Kota Bogor pun sudah menetapkan panitia khusus (pansus) untuk melakukan pembahasan dan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tersebut melalui rapat paripurna, Rabu (1/12).

Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menerangkan, pansus tersebut akan membahas Raperda rentang Perubahan Atas Perda Nomor 14 Tahun 2019 tentang RPJMD Tahun 2019-2024.

Selain itu, ada dua pansus raperda lain yang dibentuk yakni yaitu Raperda tentang Keolahragaan dan Raperda tentang Sistem Pertanian Organik. Keduanya merupakan Raperda inisiarif DPRD.

“Raperda ini sangat penting dan strategis. Penyesuaian rencana pembangunan jangka menengah, diharapkan dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat Kota Bogor. Kami berharap pembahasannya cepat, taktis, dan memaksimalkan keterlibatan seluruh pihak,” katanya, Kamis (2/12).

Baca Juga  Resmikan Blok F Trade Center, Bima Arya : Biaya Revitalisasi Rp107 M Nggak Boleh Percuma

Pansus Raperda Perubahan Atas Perda Nomor 14 Tahun 2019 tentang RPJMD Tahun 2019-2024 sendiri diketuai oleh Anggota DPRD Fraksi Demokrat Bambang Dwi Wahyono.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya menanggapi pandangan fraksi-fraksi DPRD Kota Bogor saat Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor terkait Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor Tahun 2019 – 2024 di Gedung DPRD Kota Bogor, Rabu (1/12).

Bima Arya menyampaikan bahwa program pemulihan ekonomi sudah menjadi bagian dari perubahan RPJMD, yang diturunkan menjadi kegiatan pada perangkat daerah dan bantuan intervensi atau stimulus ekonomi yang akan didesain untuk melakukan percepatan.

Bukan hanya economic recovery atau pemulihan ekonomi tetapi juga percepatan ekonomi (economic reborn).

Baca Juga  Kota Bogor Zona Merah Lagi, Ini Penyebabnya

“Kami sepakat, bahwa dalam pelaksanaan RPJMD ini membutuhkan akselerasi, inovasi, kolaborasi dan jaringan kerja dengan berbagai pihak, namun yang utama adalah dukungan dari DPRD sebagai perwakilan dari masyarakat,” katanya.

Dalam membangun kota, sambung dia, membangun peradaban tidak hanya terpaku pada pembangunan fisik atau infrastruktur dan pusat kota semata.

Namun juga pembangunan manusia yang merata di seluruh wilayah, yang membutuhkan proses dan waktu yang lebih panjang.

Terkait target dan capaian Indikator Makro serta Indikator Kinerja Utama Kota Bogor, lanjut Bima Arya, telah disesuaikan dengan kebijakan perencanaan Nasional dan Jawa Barat, sehingga hal tersebut menjadi standar penilaian keberhasilan pelaksanaan RPJMD.

Dalam proses penyusunan perubahan RPJMD, Bima Arya menambahkan telah melibatkan berbagai pihak melalui Konsultasi Publik, Pra Musrenbang dan Musrenbang RPJMD. Selain itu untuk mendukung dan mempertajam analisa dan target program telah melibatkan perguruan tinggi dan asosiasi.

Baca Juga  Pelukan Hangat Anies buat Ridwan Kamil yang Berduka Kehilangan Eril

“Selanjutnya, kami siap membahas Raperda ini sesuai masukkan yang disampaikan DPRD untuk menyempurnakan rancangan yang kami ajukan,” tuntasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.