Gaya-gayaan Nge-drift Sampai Nyaris Nabrak Pemotor, Sopir Angkot di Bogor Dicokok Polisi

by -
Tangkapan layar video Satlantas Polresta Bogor Kota.

METROPOLITAN.id – Video sopir mobil angkot yang melakukan aksi drifting di Jalan Tentara Pelajar, Kota Bogor, tengah viral di berbagai media sosial.

Alhasil, pengemudi berinisial S mesti berurusan dengan polisi lantaran dalam video yang beredar, angkot dengan nopol F 1979 BB tiba-tiba melakukan manuver drifting saat tengah melintas dan saat kondisi jalan cukup ramai, Minggu (28/11) malam.

Bahkan dalam video yang beredar, saat melakukan manuver, angkot nyaris menabrak kendaraan roda dua yang berjarak hanya beberapa meter saja.

Dicokoknya sopir angkot drifting itu pun dibenarkan Kasatlantas Polresta Bogor Kota, AKP Galih Apria.

Tak perlu waktu lama pihaknya langsung melakukan penelusuran terhadap video yang viral tersebut.

Baca Juga  Regenerasi Petani, Kementan Lahirkan Wirausaha Milenial Pertanian

Ia membenarkan pengemudi angkot berinisial S sudah diamankan, termasuk kendaraan yang digunakan saat melakukan aksi manuver ngedrift itu

“Kami ambil tindakan tegas, dan angkot yang ada dalam video yang viral itu juga masih ditahan,” katanya.

Menurutnya, S mengungkapkan bahwa aksi drifting di jalan raya itu bukan yang pertama kali dilakukan. Sebab selama ini berkelompok dengan waktu aksi berubah-ubah.

“Bisa malam Jumat, bisa malam minggu ataupun kemaren laporan terakhir Minggu malam. Tetapi Senin-nya sudah kita amankan,” ujarnya.

Galih mengakui sempat hampir dikelabui oleh para sopir, lantaran angkot dalam video sudah diganti beberapa bagian pada angkot.

“Walaupun angkot tersebut sudah diganti velg-nya, sudah diganti stikernya, sehingga dia ada upaya pengelabuan. Tapi kami sigap dan bisa kita tangani,” tandasnya.

Baca Juga  Warga Belum Vaksin Booster Dilarang Mudik ke Kota Bogor

Ia menambahkan, saat ini sang sopir mendapat sanksi tilang untuk menimbulkan efek jera, termasuk pelajaran untuk sopir yang lain.

“Karena mobil adalah angkot yang dilakukan unuk usaha, namun tetap kita melaksanakan penilangan,” tegasnya.

Galih menjelaskan, selain karena aksinya yang membahayakan juga karena kecepatan mobil sehingga diterapkan pasal balapan liar.

“Kami juga akan lebih mendekatkan kepada dialog dengan pengemudi angkot ataupun masyarakat lain, yang sebenarnya punya hobi yang sama,” tuntasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.