GKI Pengadilan Bogor Barat Mulai Dibangun

by -

METROPOLITAN – Juru Bi­cara Tim 7, Arif Zuwana, menuturkan, hingga saat ini penamaan tempat ibadah Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pengadilan di Bogor Barat belum pasti. Sebab, pena­maan tempat ibadah ini harus mematuhi aturan-aturan yang ada di internal GKI.

“Sementara ini kan istilahnya seperti cabangnya GKI Peng­adilan, maka namanya GKI Pengadilan di Bogor Barat. Nanti setelah ini berdiri, jemaatnya sudah beribadah sendiri dan sudah ada pengurusnya sendiri baru kita lembagakan namanya,” kata Arif kepada Metropolitan, Minggu (5/12). ­

“Makanya pembangunan GKI itu tidak serta merta pu­nya bangunan langsung bisa (punya nama, red). Ada aturan-aturan di internal GKI sen­diri yang harus kita patuhi, khususnya penamaan tadi harus ada pelembagaannya dulu,” sambungnya.

Saat ditanya apakah pada 2022 nama tersebut sudah ada, Arif mengaku belum bisa me­mastikannya. “Untuk nama 2022 kita belum tentu juga, karena itu masih menjadi seolah anak cabang dari GKI Pengadilan,” ujarnya.

Sebelumnya, tempat ibadah GKI Pengadilan di Bogor Ba­rat secara resmi mulai di­bangun. Ini diketahui saat pengurus Gereja Pengadilan Bogor Barat bersama jajaran Muspida Kota Bogor meng­gelar acara peletakan batu pertama pembangunan GKI Pengadilan Bogor Barat pada Minggu (5/12).

Baca Juga  Dua Bulan IMB GKI Bogor Barat Beres

Juru Bicara Tim 7, Arif Zu­wana, menjelaskan, untuk tahap pertama proses pembangunan ditarget ram­pung akhir 2022. “Jadi, tahap pertama sampai gedung ini berdiri ditarget Natal 2022 sudah bisa digunakan (untuk ibadah, red), walaupun (bangu­nannya) belum sempurna (selesai sepenuhnya),” kata Arif.

Sementara dari seluas 1.668 M2 lahan yang dimiliki GKI Pengadilan di Bogor Barat rencananya hanya dua per­tiga yang akan dibangun khu­sus untuk tempat ibadah. “Tentu tidak semuanya. Sisanya untuk parkir dan lahan hijau,” ujar pria bertopi itu.

Dalam kesempatan itu, Arif mengaku bersyukur dengan progres pembangunan tempat ibadah GKI Pengadilan Bogor Barat yang sudah sampai ta­hap akhir. “Ini monumental sekali ya, seperti yang sudah disampaikan pak wali, berta­hun hingga puluhan tahun kita berhubung pada titik tertentu, kuncinya tadi kita ada komunikasi, silaturahmi dan komitmen,” ujarnya.

Baca Juga  Dua Bulan IMB GKI Bogor Barat Beres

“Hari ini membuktikan ba­hwa komitmen pemerintah, dalam hal ini Pemkot Bogor, benar-benar membuktikan bahwa negara hadir dalam melindungi rakyatnya untuk membangun rumah ibadah,” sambungnya.

Ia juga tak lupa mengucap­kan terima kasih kepada Pemkot Bogor yang telah memfasilitasi GKI Pengadi­lan melalui Tim 7 untuk berkomunikasi dengan semua pemangku kepentingan di Kota Bogor. Mulai dari ulama dari Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Bo­gor, masyarakat sekitar hingga tokoh-tokoh lainnya. “Kita sama-sama berkomu­nikasi dan bersilaturahmi. Akhirnya kita menemukan titik temu, di sinilah dan inilah titiknya,” ungkapnya. “Ini menjadi momen bagi bangsa Indonesia bahwa permasalahan tidak bisa di­selesaikan kalau tidak ada komunikasi,” bebernya.

“Tidak benar di Bogor ada diskriminasi keagamaan. Ti­dak benar Bogor adalah kota yang intoleran. Ini sudah di­buktikan dalam hal ini oleh GKI. Mungkin di tempat lain masih terjadi konflik, (maka) belajar lah dari Kota Bogor bahwa dengan komunikasi, silaturahmi dan komitmen dari semua pemangku kepen­tingan kita bisa menyelesaikan masalah,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya, menyam­paikan permintaan maaf ka­rena momen yang ditunggu jemaat GKI Pengadilan ter­lambat selama 15 tahun. Me­ski begitu, Bima menambah­kan, yang sudah tercapai saat ini, dalam hal ini tempat ibadah GKI Pengadilan Bogor Barat, sudah mendapatkan izin dan saat ini masuk tahap pembangunan. Sehingga ha­rus disyukuri sebagai proses pembelajaran untuk mengu­atkan toleransi ke depan.

Baca Juga  Dua Bulan IMB GKI Bogor Barat Beres

“Semua memegang peran di sini. Semua punya andil di sini. Tidak hanya pemkot, tapi juga pihak sinode, majelis jemaat dan terutama FKUB, teman-teman MUI, DMi, RT, RW, LPM dan semuanya mendukung,” katanya. “Jadi, ini hasil keber­saman kita semua. Insya Allah kita akan kawal tidak saja sam­pai berdiri dan diresmikan, tapi selama gereja ini berdiri selama itulah kita kawal ber­sama kebebasan untuk men­jalankan ibadah bagi teman-teman di sini,” terangnya.

Selain meresmikan pembangunan tempat ibadah, dalam kegiatan ini GKI Peng­adilan Bogor Barat juga turut mendapat bantuan dari Ke­menterian Agama (Kemenag) dan menerima sertifikat tanah dari Badan Pertanahan Na­sional (BPN). (rez/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published.