Kebutuhan Hunian di Kabupaten Bogor Capai 122 Ribu Rumah, Pemerintah Siapkan Opsi Rumah Susun

by -

METROPOLITAN – Kawasan Cibinong Raya masih menjadi salah satu wilayah favorit masyarakat untuk mencari tem­pat hunian. Selain lokasinya cukup strategis, kawasan Cibinong Raya juga memiliki akses yang mudah ke sejum­lah fasilitas pelayanan pemerintah.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DP­KPP) Kabupaten Bogor, Ajat R Jatnika, mengatakan, kebutuhan hunian di Kabupaten Bogor ini ada se­kitar 122 ribu rumah, di mana kawasan Cibinong Raya menjadi favorit masy­arakat untuk mencari hunian. Apa­lagi, saat ini lebih dari 50 persen pe­rumahan di Ka­bupaten Bogor berada di Cibinong Raya.

”Mungkin karena dekat pu­sat pemerintahan juga kawa­san Cibinong Raya ini. Untuk perumahan mempunyai ti­pologi. Kalau perumahan mewah akan mendekati ke akses jalan tol, sedangkan perumahan menengah ke bawah dia akan mendekati stasiun. Pola-polanya seper­ti itu kebanyakan,” kata Ajat.

Tak hanya itu, Pemkab Bogor saat ini terus mengembangkan konsep hunian verikal yakni rumah susun. Sebab, masih banyak Masyarakat Berpenda­patan Rendah (MBR) yang belum memiliki rumah, se­hingga perlu ada kebijakan pendukung untuk merealisa­sikan hal tersebut. ”Untuk me­menuhi kebutuhannya, kita melakukan sertifikasi tanah dan PSU yang nantinya akan diu­sulkan untuk dibangun rumah susun,” paparnya.

Baca Juga  Pembangunan Tol BORR Dipercepat 100 Hari

Di Kabupaten Bogor sen­diri setidaknya ada 36 rumah susun yang tersebar di sejum­lah pondok pesantren dan kampus. Namun yang milik Pemkab Bogor hanya satu yakni di Limusnunggal. Se­hingga perlu ada penambahan lagi untuk membantu MBR. ”Kalau ada rumah susun se­tidaknya dapat membantu pegawai-pegawai pabrik. Da­ripada ngontrak kan lebih baik di rumah susun yang harganya sangat murah,” katanya.

Jika tidak segera membuat rumah susun, sambung Ajat, developer perumahan akan membangun ke daerah ping­giran yang dikhawatirkan bak­al menggerus lahan pertanian. ”Makanya harus segera, karena khawatir lahan pertanian akan terus berkurang seiring banya­knya pengembang perumahan yang lari ke pinggiran,” ungkap­nya. (mam/eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *