Ketersedian Lahan di Pusat Kota Menipis, Developer Perumahan Lari ke Pinggiran Ancam Lahan Pertanian

by -
Ajat Rohmat Jatnika | Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemu­kiman dan Pertanahan (DKPP) Kabupaten Bogor

METROPOLITAN.id – Ketersedian lahan untuk hunian di pusat kota semakin sedikit. Bahkan saat ini sejumlah pengembang perumahan mulai merambah ke pinggiran pusat kota, hingga menjadi ancaman bagi lahan pertanian yang ada di Kabupaten Bogor.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Ajat R Jatnika mengatakan, jika saat ini banyak pengembang perumahan yang lari ke daerah pinggiran. Sebab, saat ini ketersedian lahan di pusat kota semakin sedikit, hal itu rupanya menjadi ancaman bagi eksisting lahan pertanian.

“Karena di pusat kota ketersediannya sedikit serta harganya sudah mahal. Sehingga mereka (pengembang perumahan, red) lari ke daerah pinggiran,” kata Ajat.

Para pengembang yang membangun di daerah pinggiran, lanjut Ajat, mereka memiliki target pasar yakni Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR) yang belum memiliki rumah. Karena dengan lokasi di daerah pinggiran harganya pun lebih terjangkau jika dibandingkan dengan pusat kota.

Baca Juga  Pensi SMAN 1 Ciampea Tumbuhkan Jiwa Leadership

“Mungkin dari harga jauh berbeda jika dibandingkan di pusat kota. Makanya para pengembang ini memiliki target pasarnya MBR,” paparnya.

Sebelumnya, Ajat juga mengungkapkan jika kawasan Cibinong Raya masih menjadi salah satu wilayah favorit masyarakat untuk mencari tempat hunian. Selain lokasinya yang cukup strategis, kawasan Cibinong Raya memiliki akses yang mudah dijangkau serta dekat dengan sejumlah fasilitas pelayanan pemerintah.

Sementara itu, kebutuhan hunian di Kabupaten Bogor saat ini mencapai sekitar 122 ribu rumah, dimana kawasan Cibinong Raya menjadi lokasi favorit masyarakat untuk mencari hunian. Apalagi saat ini lebih dari 50 persen perumahan di Kabupaten Bogor berada di Cibinong Raya.

“Mungkin karena dekat pusat pemerintahan juga kawasan Cibinong Raya ini. Untuk perumahan pun mempunyai tipologi, kalau perumahan mewah akan mendekati ke akses jalan tol sedangkan perumahan menengah ke bawah dia akan mendekati stasiun. Pola-polanya seperti itu kebanyakan,” ujar Ajat.

Baca Juga  Diramaikan dengan Lomba Kreativitas Produk UPKK

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga saat ini terus mengembangkan konsep hunian verikal yakni rumah susun. Sebab, masih banyak Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR) yang belum memiliki rumah, sehingga perlu ada kebijakan pendukung untuk merealisasikan hal tersebut.

“Untuk memenuhi kebutuhannya kita melakukan sertifikasi tanah dan PSU yang nantinya akan diusulkan untuk dibangun rumah susun,” ungkapnya. (mam)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.