Kongres JKPI Kota Bogor Tetapkan Delapan Ibu Kota Kebudayaan

by -

METROPOLITAN – Kongres ke-V Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) selain memilih ketua presidium dan presidium, juga menetapkan delapan ibu kota kebudayaan di Puri Begawan, Kota Bogor, Jumat (3/12).

Kedelapan kota itu di antaranya Surakarta sebagai ibu kota Kemajuan Kebudayaan, Sawahlunto sebagai ibu kota Warisan Sejarah, Banda Aceh sebagai ibu kota Bandar Maritim, Bogor sebagai ibu kota Berkelanjutan dan Siak Sri Indrapura sebagai ibu kota Literasi dan Pendidikan. Lalu, Ambon sebagai ibu kota Kreatif, Denpasar sebagai ibu kota Kebangsaan dan Sumbawa sebagai ibu kota Perubahan Iklim.

Ketua Dewan Kurator Ibu Kota Kebudayaan JKPI, Taufik Ra­hzen, mengatakan, gagasan penetapan ibu kota Kebu­dayaan bukan sesuatu yang baru. Sebab, di Uni Eropa memiliki tradisi menetapkan ibu kota Kebudayaan setiap tahun sejak 1980-an. “Awalnya hanya ada satu kota setiap tahun, namun karena antu­siasme anggota pada 2000 menjadi delapan kota. Sejak itu dikembangkan yang me­libatkan beberapa kota seka­ligus,” katanya.

Taufik menjelaskan, pene­tapan ibu kota Kebudayaan ini memicu negara-negara Arab dan Amerika untuk me­netapkan ibu kota Kebuday­aan mereka sendiri. “Arab Capital of Culture ditetapkan mulai 1996 dan America Ca­pital of Culture pada 2000,” sebutnya.

Baca Juga  Siap Jadi Tuan Rumah Kongres V JKPI, Direktur Eksekutif JKPI : Kota Bogor Jadi Model Even Besar Pasca Pandemi

Dengan berkaca dari ne­gara lain, sambung dia, maka Pra-Kongres JKPI di Banda Aceh memutuskan untuk me­milih delapan kota sebagai ibu kota Kebudayaan setiap tahunnya. “Masing-masing ibu kota Kebudayaan ini me­miliki karakteristik dan ke­kuatan masing-masing yang akan dipilih berganti setiap tahunnya,” kata Taufik. (ryn/ eka/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *