Mobil Relawan yang Tertimbun Material Banjir di Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Begini Penampakannya

by -

METROPOLITAN.id – Kendaraan relawan yang tertimbun material banjir usai erupsi Gunung Semeru berhasil dievakuasi, Jumat (10/12).

Kendaraan double cabin tersebut diangkat menggunakan excavator atau alat berat. Sebab, kondisinya sudah tertimbun larah hanya terlihat bagian atap saja.

Informasi yang dihimpun, mobil berwarna putih itu berhasil diangkat sekitar pukul 13.30 WIB di Dusun Kamarkajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

“Tadi siang setelah Jum’atan diangkat pakai alat beratnya,” kata salah satu relawan SAR, Ammar.

Selain mobil tersebut, petugas juga berhasil mengangkat satu sepeda motor yang juga tertimbun material banjir.

“Sama motor satu diangkat. Kondisinya sudah rusak parah,” ungkapnya.

Sebelumnya, selain merendam perkampungan, banjir juga merendam satu mobil milik relawan.

Baca Juga  Erupsi Susulan Semeru Masih Mengancam

Kendaraan operasional itu dikabarkan hendak mengevakuasi warga di Kampung Kamarkasang, Desa Sumberwuluh, Rabu (8/12).

Informasi yang dihimpun, mobil relawan tersebut datang ke Kamarkasang jelang Maghrib. Saat itu, kondisi jalan sudah tertutup pasir namun tak terlalu dalam.

“Datangnya sekitar Magrib. Rencana mau evakuasi warga yang masih ada di kampung,” ujar salah seorang warga, Rafi.

Jalur yang dilewati mobil tersebut merupakan jalan raya. Namun, kondisinya sudah sedikit tertutup pasir material vulkanik. Saat itu, kondisi sedang hujan.

Nahas, saat akan meninggalkan lokasi, mobil tersebut terganjal batu ketika melaju. Sementara air mulai meluap dan mengalir di jalan raya yang dilintasi. Makin lama makin deras.

Baca Juga  Harta Benda Luluh Lantak di Lautan Pasir Semeru, Hanya Foto Keluarga Ini yang Saya Punya

“Jadi bannya memang udah berat jalan di pasir. Pas mau ninggalin lokasi keganjel batu. Jadi nggak bisa maju,” ungkapnya.

Lantaran luapan air kian deras, mobil tersebut terpaksa ditinggalkan. Sementara relawan yang ada di mobil tersebut pergi menyelamatkan diri.

“Ya akhirnya ditinggal, karena makin deras juga. Padahal itu jalan raya, tapi air tumpah ke situ semua. Yang ada di mobil itu semuanya nyelamatin diri,” tandasnya.

Pagi hari saat dicek kembali, mobil tersebut ternyata nyaris rata tertimbun material banjir, pasir dan lumpur. Rumah-rumah di sekelilingnya juga dalam kondisi serupa. Aliran air masih membanjiri rumah-rumah warga. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published.