MUI Minta Pengawasan Ponpes Diperketat

by -

METROPOLITAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor mendorong pengawasan secara maksimal di lingkungan pondok pe­santren (ponpes) dari perilaku terlarang. Hal itu seiring terjadinya kasus asusila terhadap 12 santri­wati di Bandung.

Ketua Bidang Pendidikan MUI Kabupaten Bogor Sae­pudin Muhtar mengatakan, jumlah ponpes di Kabupaten Bogor cukup banyak, sehing­ga memang perlu ada penga­wasan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti paham radikalisme atau adanya tindakan asusila seperti yang belum lama ini terjadi di Bandung.

“Harapannya pengawasan ponpes, khususnya di Kabu­paten Bogor, berjalan maksi­mal. Terlebih kita sekarang sudah punya Pokja Pontren (kelompok kerja pondok pe­santren, red),” kata pria yang akrab disapa Gus Udin itu.

Baca Juga  Kadisdik Kota Bogor Jadi Saksi Kasus Korupsi Dana BOS

Wakil ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor itu me­minta Pokja Pontren menyusun strategi khusus dalam mengantisipasi setiap hal buruk di lingkungan ponpes.

“MUI mengecam tindakan asusila terhadap santriwati di Bandung. Semoga tidak ada lagi kasus-kasus seperti itu,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Ponpes Kabupaten Bogor KH Ujang Farhan mengaku se­gera menginstruksikan ke­pada seluruh pengelola pon­pes agar masing-masing memeriksa kembali izin ope­rasionalnya, sebagai langkah awal pengawasan.

“Pokja Pontren meminta seluruh pesantren-pesantren yang ada, dicek ulang izin operasionalnya. Apalagi yang belum ada izin, terutama me­meriksa kurikulumnya,” pin­tanya.

Ia menyebut dari ribuan ponpes di Kabupaten Bogor, kini tercatat baru ada 1.750 pesantren yang mengantongi izin operasional dari Kemen­terian Agama (Kemenag).

Baca Juga  AWAS! WARNET JADI SARANG JUDI

Para pengurus Pokja Pontren Kabupaten Bogor dilantik Bupati Bogor Ade Yasin pada 8 Desember 2021 untuk ma­sa bakti 2021–2026.

Saat itu, Ade Yasin mene­gaskan bahwa Pokja Pontren bertugas dalam pembinaan ponpes yang menjadi sumber harapan untuk menyelamat­kan akhlak dan akidah umat muslim, khususnya untuk generasi muda. (*/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published.