Panen Dua Kali Setahun, Produktivitas Petani Pasaman Barat Terus Meningkat

by -

METROPOLITAN.ID – Dalam dua tahun ini, panen padi para petani di Nagari Talu, Talamao, Pasaraman Barat melonjak drastis. Bila sebelumnya hanya 4,5 ton per hektar, kini meningkat hingga 5,5 ton per hektar. Selidik punya selidik, peningkatan produktifitas mereka tak lepas dari program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP).

IPDMIP menjadi ‘oase’ bagi para petani di sana setelah bertahun-tahun daya produksi mereka stagnan. Afrizal, Ketua Kelompok Tani Mulya Munggu Cenggeh menceritakan betapa IPDMIP mampu mengubah arah pertanian di wilayahnya.

Dijelaskan Afirzal, dulu para petani terkendala dengan masalah irigasi yang notabene menjadi urat nadi giat tani. Tapi semenjak adanya IPDMIP, dengan program perbaikan yang masif di daerah irigasi, masalah tersebut bisa teratasi.

“Sekarang dalam satu tahun kami mampu panen dua kali. Dulu, kami hanya bisa satu tahun sekali,” ungkap Afrizal.

“Ini pastinya sangat menolong kami. Pendapatan petani naik, dua kali setahun,” lanjut Afrizal.

Dia menjelaskan bahwa berbagai program IPDMIP meningkatkan kualitas SDM para petani di Nagari Talu. Kelompok Taninya, kata dia, mendapat banyak ilmu pertanian dari para penyuluh yang notabene garda terdepan dalam menyampaikan program-program IPDMIP. “Sebelum ada (IPDMIP), kami tertinggal dari yang lain,” ungkap Afrizal.

Baca Juga  PPL Swadaya Punya Peran Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Arizal mencontohkan lewat sekolah lapang, bagian dari item IPDMIP, anggota petaninya diberikan penyuluhan tentang bagaimana pengendalian hama tikus yang menjadi hambatan utama petani di daerahnya.

“Kami diberikan bantuan racun tikus, disamping ilmu pengendalian hama,” kata dia sembari menambahkan kalau pihaknya juga dilatih penggunaan alat sensor penguukur kelembapan tanah sekaligus mengukur kondisi areal sawah.

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, Saridin menambahkan kalau sensor tersebut nantinya mengirimkan notifikasi kepada handphone. Aplikasi ini sangat berguna dalam memudahkan petani.

“Mereka bisa mengontrol pemupukan, pengontrolan air, menyusun kebutuhan air. Ini adalah bentuk komitmen kami dan Kementan dalam memajukan pertanian di era digital,” ungkap dia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan pertanian harus diarahkan kepada bisnis. Artinya tidak sekadar mencukupi pangan sendiri. “Tapi pertanian harus mengahasilkan uang. Ini yang menjadi salah satu core dari IPDMIP, menguatkan kapasitas dan SDM petani maupun penyuluh melaui berbagai program,” ujar Dedi.

Baca Juga  Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat, Pemerintah Dorong Produktivitas dari Komoditas Unggulan Gorontalo

Dedi lantas menyinggung pentingnya membangun sistem agribisnis yang kokoh. Yakni melalui pemanfaatan teknolgi berbasis 4.0. Menurutnya, hal tersebut bisa memberikan keuntungan yang masif bagi para petani. “Penerapan teknolgi dalam aspek usaha tani jelas meningkatkan kualitas, menekan biaya produksi, dan menjamin produktivitas pertanian. Kita optimis pembangunan pertanin terus melangkah ke depan,” ungkap alumnus IPB University itu.

Adapun kunci dari peningkatan kesejahteraan petani adalah memperkuat hilirisasi pertanian dan mengembangkan pertanian modern. Dijelaskan Dedi, ada beberapa ciri pertanian modern. Di antaranya penggunaan varietas unggul dengan potensi hasil tinggi (High Yiedling Variety), Pemanfaatan sarana prasarana pertanian modern (Alsintan), Pemanfaatan IOT melalui smart agriculture dan SDM pertanian yang unggul yang mampu menggenjot produktivitas;

“Maka dari itu, pengelola dan penyuluh pendamping di lokasi IPDMIP harus mempunyai semangat untuk meningkatkan kapasitas penguasaan teknologi bagi penyuluh maupun petani.

Baca Juga  Perdagangan Belarus Indonesia Potensial

Manfaatkan segala media informasi untuk dapat mempublikasikan keberhasilan kegiatan IPDMIP,” jelas dia.

“Saya mengharapkan segenap pengelola dan penyuluh pendamping di lokasi IPDMIP untuk mengembangkan kapasitas usaha poktan dan gapoktan untuk menjadikannya korporasi petani,” tuutp Dedi.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo optimis bahwa program IPDMIP dapat bermanfaat bagi kepentingan masyarakat pedesaan, khususnya bagi petani dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan. Lewat IPDMIP, produktivitas pertanian terus meningkat, khususnya di daerah irigasi.

“Pendapatan petani harus terus naik sehingga kesejahteraan petani juga meningkat. Pertanian adalah emas 100 karat,” kata Mentan.

Dia menyampaikan jika produktivitas meningkat, pendapatan petani juga meningkat. “Kemampuan sumber daya manusia juga harus kita tingkatkan agar mereka bisa mengelola pertanian dengan baik,” ungkapnya.

SYL-sapaannya- mengingatkan bahwa sektor pertanian adalah ’emas 100 karat’. Menjanjikan dan tak pernah ingkar janji sehingga sangat prospektif untuk digeluti. “Terutama para pemuda dan milenial. Kita gerakan pertanian Indonesia, masa depan pertanian kita ada pada mereka,” pungkas SYL. (tob/suf)

Leave a Reply

Your email address will not be published.