Polisi Bekuk Pengamen Viral di Bogor

by -

METROPOLITAN.id – Jajaran Polresta Bogor Kota berhasil mengamankan seorang pengamen bernama Hendrik pada Rabu (8/12).

 

Remaja 19 tahun ini dibekuk lantaran aksinya menjambret di angkot dengan membawa senjata tajam (sajam) hingga viral di media sosial (medsos).

 

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, tak perlu waktu lama untuk mengungkap pelaku pengamen yang viral karena meresahkan penumpang angkot 03 Jurusan Baranang Siang – Bubulak.

 

“Berdasarkan video, kami melakukan penyelidikan dan tidak lama kami berhasil menangkap Sdr. Hendrik (19),” kata Susatyo saat memberikan keterangan di Depan Halte Paledang, Kota Bogor, Rabu (8/12) malam.

 

Dari keterangan pelaku, Susatyo menyebut pelaku sengaja membawa sajam dengan tujuan agar para pengguna angkutan umum takut dan menyerahkan uang.

Baca Juga  Meleset dari Target, LPKP Pelototi Proyek Jembatan dan TPT di Kayumanis

 

“Saat melakukan yang bersangkutan dalam kondisi mabuk, dan sajam saat ini dalam pencarian,” ucapnya.

 

Dengan adanya kejadian yang meresahkan tersebut, dikatakan Susatyo, Polresta Bogor Kota kedepan akan melakukan pemeriksaan ketat kepada orang-orang yang meresahkan termasuk para pengamen jalanan.

 

“(Kedepan) akan ada penggeledahan tes urin, dan menjamin keamanan masyarakat pengguna angkutan umum. Tidak hanya angkot, tetapi juga bus terminal,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhony Erwanto menjelaskan, pelaku sudah beberapa kali melakukan aksi serupa diseputaran SSA.

 

Dari keterangan pelaku, saat itu pelaku menumpang angkot 03 Jurusan Baranang Siang – Bubulak, dan biasanya hanya mengitari SSA.

Baca Juga  DPRD Kota Bogor Dorong Raperda Santunan Kematian Disahkan

 

“Dari SSA Tugu-BTM, BTM-Balkot, Balkot-Siloam, Siloam-Tugu (rutenya). Dari situ kami curiga terhadap tersangka karena melihat video yang beredar dengan ciri-cirinya sama dengan pelakunya,” kata Dhony.

 

Biasanya aksi meresahkan tersebut dilakukan sembari mabuk karena menenggak minuman keras (miras).

 

“Sehari-harinya memang mengkonsumsi minuman terlebih dahulu,” ucapnya.

 

Adapun atas perbuatannya, ditambahkan Dhony, pelaku dijerat Pasal UU Darurat dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.(rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.