Rombak Pejabat Kota Bogor di Penghujung Tahun ala Bima Arya, Tandai Dua Dinas Baru hingga Bongkar Pasang Kewilayahan

by -
Wali Kota Bogor Bima Arya. (IST)

METROPOLITAN.id – Di penghujung tahun 2021, Wali Kota Bogor Bima Arya kembali merombak susunan pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Tak kurang dari 74 pejabat eselon II, III dan IV yang dilantik karena dirotasi atau promosi ke jabatan baru. Selain itu, ada 283 pejabat struktural di eselon IV yang disetarakan ke jabatan fungsional pada pelantikan yang terpusat di Balai Kota Bogor, Jumat (31/12/2021).

Tak hanya itu, perombakan pejabat kali ini juga menandai adanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru di Pemkot Bogor, yakni Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor.

Serta peleburan dua OPD, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) menjadi satu OPD yakni Dinas Koperasi UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kota Bogor.

Baca Juga  Masih Zona Merah, Aktifitas Perkantoran Di Kota Bogor Dibatasi

Kursi kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor sendiri kini dijabat oleh Samson Purba, yang sebelumnya duduk sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM. Sedangkan jabatan Sekretaris Dinas Damkar dan Penyelamatan diisi Dudi Fitri Susandi, yang sebelumnya Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan.

Sedangkan Dinas Koperasi UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kota Bogor dijabat oleh Ganjar Gunawan, yang sedianya dipercaya sebagai kepala Disperdagin.

“Perubahan ini tindak lanjut penyesuaian aturan UU Permenpan-RB nomor 17 th 2021, ada 283 pejabat eselon IV yang disetarakan ke jabatan fungsional. Tujuannya agar lebih dinamis, profesional, ramping dan efisien dalam melayani publik,” katanya saat pelantikan di Balai Kota Bogor, Jumat (31/12).

“Selain itu, ada perubahan nomenklatur pada Perda OPD yang melahirkan penggabungan antara Dinas Koperasi dan UKM dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan,” imbuh Bima Arya.

Baca Juga  Viral Video Warga Bogor Positif Corona, Ini Penjelasannya

Selain pejabat eselon II, perombakan di penghujung tahun ini juga menandai bongkar pasang susunan kewilayahan di kecamatan. Kursi camat Bogor Utara yang sedianya diduduki Marse Hendra Saputra selama satu tahun lebih, kini berganti estafet kepada Riki Robiansah yang promosi sebagai camat. Marse sendiri dirotasi ke kuris kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Bogor.

Tak cuma itu, lima dari enam posisi sekretaris kecamatan se-Kota Bogor pun ikut dirombak. Irman Khaerudin yang sebelumnya duduk sebagai sekretaris Kecamatan Bogor Barat, dirotasi ke sekretaris Kecamatan Bogor Selatan. Posisi Irman digantikan Sihabudin, yang sebelumnya menjabat sekretaris Kecamatan Bogor Utara.

Sedangkan sekretaris Kecamatan Bogor Utara kini diemban Adhitya Bhuana, yang dirotasi dari sekretaris Kecamatan Tanahsareal. Posisinya digantikan Aryamehr Khomsa, sebelumnya bekerja sebagai kepala bidang pada Dinas Sosial (Dinsos). Terakhir, Ervin Yulianto mendapat promosi ke jabatan sekretaris Kecamatan Bogor Timur.

Baca Juga  Ardina Rasti Bangga Nama R.M Tirto Adhi Soerjo Dinobatkan Sebagai Nama Jalan di Bogor, Apa Hubungannya?

“Perubahan ini tentang pengabdian, (jabatan) bukan sebagai tujuan tapi kesempatan untuk terus ikhtiar melayani warga dengan baik. Jangan lewatkan karena tidak semua dapat kesempatan itu. Pengabdian juga tentang mengelola kepentingan, kualitas kepemimpinan terlihat sejauh mana para pejabat dapat mengelola kepentingan berbeda-beda,” tukasnya.

Ia mengakui masih ada pejabat yang masih menempatkan kepertingan pribadi dan kelompok diatas yang lain.

“Jadi niatkan pengabdian sebagai kesempatan menempatkan kepentingan yang lebih bsar dibanding yang lain. Kepentingan warga harus diatas kepentingan yang lain,” tuntasnya. (ryn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.