Satgas Pangan Pastikan Stok Aman

by -

METROPOLITAN – Satgas Pangan Polri turut mendalami harga sejumlah bahan pangan seperti minyak goreng, telur ayam, dan cabai jelang Natal dan tahun baru. Meski terjadi kenaikan harga, satgas memas­tikan ketersediaannya aman.

Kasatgas Pangan Brigjen Whisnu Hermawan menyata­kan bahwa stok bahan pangan masih sangat mencukupi un­tuk beberapa waktu ke depan. ”Satgas pangan di pusat dan daerah berkoordinasi dengan pemangku kebijakan terkait stok pangan,” katanya, kema­rin (28/12).

Untuk memastikan setiap penyebab kenaikan harga ba­han pangan, satgas pangan menugaskan tim monitoring ke daerah. ”Setiap daerah yang bahan pangannya naik pasti dicek,” ujarnya.

Berdasar pendalaman, ke­naikan harga sejumlah komo­ditas pangan itu dipengaruhi beberapa faktor. Mulai kenai­kan harga bahan baku hingga dampak bencana alam. Kenai­kan harga minyak goreng, misalnya, disebabkan Crude Palm Oil (CPO) dunia yang juga melonjak. ”Bahan baku naik, minyak goreng naik juga,” terangnya. Untuk kenaikan harga cabai rawit, tuturnya, ada kombinasi gagal panen akibat curah hujan yang tinggi dan dampak bencana seperti erup­si Gunung Semeru. Faktor alam tersebut membuat produksi cabai di berbagai daerah sentra mengalami penurunan. ”Saat pasokannya turun, harganya naik,” katanya.

Baca Juga  DKP Kabupaten Bogor Salurkan Ribuan Kilogram Cadangan Pangan

Harga telur dipengaruhi naiknya permintaan pasar. Saat ini pemerintah belum mela­kukan intervensi harga telur. Hal itu disebabkan beberapa waktu lalu harga telur jatuh jauh di bawah harga yang di­tentukan. ”Kenaikan harga ini bisa menutupi kerugian yang telah dialami beberapa bulan sebelumnya,” jelasnya.

Kendati terjadi kenaikan harga untuk tiga komoditas tersebut, Whisnu mengatakan bahwa sepanjang 2021 harga bahan pokok atau komoditas cenderung stabil. Itu dapat dilihat dari rendahnya inflasi nasional dengan hanya 1,79 persen year-on-year. ”Harga yang stabil membuat inflasinya rendah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pe­merintah segera mengatasi persoalan lonjakan harga ba­han pangan pokok yang akan menyulitkan masyarakat di kala pandemi Covid-19 belum pulih. Masyarakat berpengha­silan rendah akan sangat ter­dampak dengan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok.

Baca Juga  Ilmu dan Teknologi Pangan: Solusi Pemenuhan Kebutuhan Pangan Global

”Beberapa bahan pangan pokok seperti minyak goreng, cabai, bawang, dan telur ayam harganya sangat tinggi mele­bihi akhir tahun sebelumnya,” ungkap Puan.

Ia menyebut ibu-ibu rumah tangga mengeluhkan tingginya harga cabai rawit merah. Ba­hkan, di sejumlah daerah ada yang mencapai Rp140 ribu per kilogram. ”Ini sudah melebihi harga daging,” cetusnya.

Permasalahan naiknya harga bahan pangan pada akhir tahun, lanjut Puan, harus diselesaikan dalam waktu-waktu mendatang. Sebab, fenomena tersebut selalu berulang. Karena itu, perlu upaya penyelesaian yang komprehensif. Juga, diperlukan sinergi kebijakan antarsektor, baik dari sisi hulu maupun hilir, mulai sektor produksi hingga perdagangan.

Ia menambahkan, pemulihan ekonomi nasional di tengah situasi pandemi Covid-19 mem­butuhkan kebijakan yang dapat memberikan perlindungan ekonomi bagi masyarakat ber­penghasilan rendah. ”Pada saat yang bersamaan mendorong dunia usaha, sektor retail, dan UMKM dapat bergerak kem­bali dalam inflasi yang terken­dali,” paparnya. (feb/run)

Baca Juga  Ketahanan Pangan di Masa Pandemi dengan Urban Farming

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *