Selama Nataru Pemkab Bogor Terapkan Gage di Puncak, Wisatawan Wajib Swab Antigen!

by -
ILUSTRASI: Petugas gabungan saat melakukan pengecekan kepada pengedara yang akan menuju ke kawasan puncak.

METROPOLITAN.id – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan sejumlah skema agar tidak ada lonjakan pengujung saat Nataru. Bahkan sistem ganjil genap pun masih akan diterapkan saat Nataru.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, selama PPKM level 2, kebijakan ganjil genap (Gage) akan tetap diberlakukan di sepanjang jalan menuju dan dari lokasi tempat wisata, seperti di kawasan Puncak dan Sentul.

“Kita masih tetap memberlakukan kebijakan ganjil genap di Puncak dan Sentul,” kata Ade.

Ade menyampaikan, kebijakan itu diambil sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan atau mobilitas warga di masa PPKM level 2 atau Nataru.

Baca Juga  Minggu Ini Ganjil Genap di Puncak Bogor Bakal Diujicobakan

Pembatasan mobilitas masyarakat melalui sistem ganjil genap berbasis pelat nomor kendaraan ini kemungkinan akan terus dilakukan hingga tahun baru.

Ade menyebutkan, demi mencegah adanya kerumunan, maka kemungkinan jalur Puncak Bogor akan ditutup jelang malam tahun baru.

“Tapi biasanya kan tiap tahun baru ada tradisi ya (perayaan). Jadi nanti ada penutupan sementara karena kita mencegah kerumunan. Apalagi di sana perkebunan luas sekali, saya kira ini juga sedang kita bahas dengan satgas Covid-19,” kata Ade.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Bogor, AKP Dicky Pranata mengaku pihaknya telah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi perayaan Nataru nanti.

“Puncak dan sekitarnya akan berlaku ganjil-genap, pemeriksaan swab antigen, dan PCR. Sesuai dengan kebijakan Inmendagri No 63 Tahun 2021, Menkomarves, serta kebijakan Dirjen Hubungan Darat,” kata Dicky.

Baca Juga  Bulan Puasa,Wisata dan Hotel Sepi Pengunjung

Pemberlakuan ganjil-genap masih memeriksa plat nomor kendaraan sesuai dengan tanggal, kemudian untuk swab antigen itu 3×24 jam, dan PCR 1×24 jam. Hal tersebut, nantinya menurut Dicky, akan diterapkan di beberapa titik.

Mulai dari 2 titik di Sentul, 6 titik di Kawasan Puncak yang tersebar dari mulai Ciawi, Cibanon, Rainbow, Pasir Angin, Bendungan. Serta 2 titik tambahan lainnya berada di Caringin, dan Cigombong.

“Saat ini terdapat 2 titik penambahan . Nantinya,sekira 300 personel anggota Polri akan disiagakan di titik-titik tersebut,” ucapnya.

Dicky pun menambahkan, 10 titik tersebut terdapat Posko Prokes guna pemeriksaan sekaligus pelayanan.

“Hal tersebut, kita terapkan dan ujicobakan mulai dari 20 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 sesuai dengan kebijakan Dirjen Hubdat. Nantinya di posko prokes itu terdapat pemeriksaan antigen, pcr, dan pelayanan vaksinasi,” ungkapnya. (mam)

Baca Juga  Jalur Puncak II Terhambat Pembebasan Lahan

Leave a Reply

Your email address will not be published.