Tok! Polda Jabar Terapkan Ganjil Genap di Bogor Raya

by -

METROPOLITAN.id – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) memutuskan akan menerapkan ganjil genap (gage) di wilayah Bogor Raya pada masa libur natal dan tahun baru (Nataru) tahun ini.

 

Keputusan ini diklaim untuk menekan mobilitas dan kerumunan masyarakat demi mencegah penyebaran Covid-19.

 

Adapun wilayah yang akan menerapkan kebijakan ganjil genap antara lain Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi dan Kabupaten Cianjur.

 

“Dalam pengamanan perayaan tahun baru karena sebagian masyarakat kita merayakan natal dan tahun baru, beberapa pola pengamannan akan dilakukan kepolisian,” kata Kapolda Jabar, Irjen Pol Suntana kepada wartawan, Rabu (15/12).

 

“Walau level kita ditetapkan level 1, namun kita tetap ingin mencegah kerumunan berlebihan agar tidak terjadi penyebaran Covid lebih luas,” sambungnya.

 

Menurutnya, kegiatan pos pelayanan dan pos pengamanan itu akan dilakukan dengan pemeriksaan laju lintasan masyarakat yang lalu lalang dari satu tempat ke tempat lain, termasuk kebijakan ganjil genap.

Baca Juga  Bareng Tommy Kurniawan, Emak-emak hingga Pelaku UMKM di Dramaga Deklarasi Gus Muhaimin Presiden 2024

 

“Ganjil genap akan ditentukan oleh tingkat pusat. Kalau pusat mengatakan gage kita semua ganjil genap. Dirjennya dari pusat di Korlantas Polri. Ini tujuannya untuk membatasi penyebaran Covid ke beberapa wilayah,” ucapnya.

 

“Itu tetap kita laksanakan tinggal mainnya saja, konsepnya sudah ada,” ujar dia saat ditanya apakah penerapan ganjil genap akan dilaksanakan setelah ada keputusan dari Pusat.

 

Sebelumnya, penerapan ganjil genap akan diperluas selama masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Ganjil Genap akan diberlakukan di setiap jalur menuju kawasan Puncak, Jawa Barat.

 

Adapun wilayah yang akan menerapkan kebijakan ganjil genap antara lain Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi dan Kabupaten Cianjur.

Baca Juga  Kota Bogor Pede Naikkan Target Pajak Daerah Tahun Depan, Tembus Rp774 M

 

Dari seluruh wilayah itu, akan didirikan 25 titik Posko Protokol Kesehatan (Prokes). Adapun Posko Prokes itu meliputi 10 titik di Kabupaten Bogor, enam titik di Kota Bogor, tiga titik di Kabupaten Sukabumi, dua titik Kota Sukabumi, dan empat titik di Cianjur.

 

“Dari hasil rapat koordinasi terkait penerapan PPKM pada Nataru hari ini, kami 5 Kapolres akan dibangun 25 Posko Prokes,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro, Kamis (9/12).

 

Selain akan mengecek nomor plat kendaraan ganjil atau genap, di tiap-tiap titik sekat itu setiap wisatawan juga akan diminta untuk menunjukkan sertifikat vaksin.

 

“Di setiap Posko Prokes juga akan disediakan sentra vaksin bagi pengguna jalan yang belum divaksin,” katanya.

 

Begitu pula dengan jalur tikus yang mengarah kawasan wisata akan dijaga oleh petugas gabungan dari unsur TNI/Polri, Dishub dan Satpol PP.

Baca Juga  Nabi Muhammad SAW Ajarkan Umat Puasa Senin Kamis, Ini 3 Alasannya

 

“Untuk mengurai kemacetan, kami menyiapkan 7 tim untuk mengurai kemacetan apabila dilaksanakan crowd free road,” terangnya.

 

Menurutnya, penerapan kebijakan ini sejalan dengan rencana pemerintah Kementerian Perhubungan yang akan memberlakukan ganjil genap di ruas jalan tol Bogor-Ciawi-Sikabumi (Bocimi) selama Nataru.

 

“Sehingga 25 Posko Prokes itu akan mendukung apabila ada kendaraan yang akan masuk pada ruas tol,” ujarnya.

 

Terkait rencana penerapan ganjil genap di setiap jalur menuju Puncak ini, kata Susatyo, akan segera disampaikan kepada Satgas Provinsi Jawa Barat.

 

“Pada prinsipnya untuk mengurangi kerumunan di kawasan Puncak dan memastikan setiap orang yang bepergian di saat Nataru itu sudah divaksin,” pungkasnya. (rez) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.